Waspadai Hewan Kurban Penyakitan, Disperta Imbau Warga Jeli saat Bertransaksi

19
LARIS MANIS: Jelang Idul Adha, permintaan hewan kurban naik signifikan.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Menjelang Idul Adha, permintaan hewan kurban terus meningkat. Pun, Dinas Pertanian (Disperta) Ngawi merasa perlu mengingatkan warga agar mewaspadai penyakit antraks. ”Memang sampai saat ini tidak ada temuan antraks di Ngawi, tapi harus tetap diwaspadai,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Disperta Tri Wahyu Yulistiani Jumat (2/8).

Terkait potensi adanya penyakit zoonosis menular tersebut, Yuli –sapaan Tri Wahyu Yulistiani- menyebut pihaknya bakal melakukan sidak di tempat-tempat penjualan hewan kurban, baik sapi maupun kambing.

Menurut dia, sapi yang terinfeksi antraks membahayakan kesehatan jika dikonsumsi. Sementara, jika terkena cacing hati masih dapat dikonsumsi. Dengan catatan, bagian yang terserang penyakit itu dibuang. ”Tapi, kalau yang kena cacing itu hampir merata ya tetap tak bisa dikonsumsi,” lanjutnya.

Bagaimana dengan sapi gelonggongan? Yuli memastikan hingga saat ini juga belum ada temuan praktik culas tersebut. ”Kami sudah bagikan leaflet cara memilih hewan kurban yang baik dan pedoman penyembelihan yang halal dan higienis,” ungkapnya.

Untuk memastikan tidak ada kambing maupun sapi penyakitan dan dagingnya tidak layak konsumsi, pihaknya bakal melakukan sidak ke beberapa tempat penjualan hewan kurban. Di sisi lain, dia meminta warga jeli saat hendak bertransaksi. (gen/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here