Waspadai Antraks pada Hewan Kurban, Disperta Periksa Puluhan Titik

26
PASTIKAN AMAN: Kadisperta Ngawi Marsudi bersama tim saat melakukan pemeriksaan hewan di pasar hewan Kandangan.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dua hari menjelang Idul Adha, petugas Dinas Pertanian (Disperta) Ngawi blusukan pasar hewan maupun lapak-lapak dadakan di sejumlah titik. Mereka melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit antraks.

‘’Dari sampel yang kami periksa, hasilnya semua negatif (tidak terindikasi antraks, Red),’’ kata Kepala Disperta Ngawi Marsudi usai mendampingi timnya melakukan pemeriksaan di pasar hewan Kandangan, Ngawi, Jumat (9/8).

Marsudi mengungkapkan, Ngawi merupakan salah satu sentra ternak sapi. Dia menyebut, transaksi penjualan sapi jantan sepanjang bulan lalu melibatkan sekitar 820 ekor. ‘’Kami yakin hewan ternak yang keluar bulan ini lebih banyak lagi karena menjelang Idul Adha,’’ ujarnya.

Dia mengatakan, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan petugas kali ini menjangkau 52 titik yang tersebar di 19 kecamatan. Namun, tak ada temuan antraks. Pun, di checkpoint perbatasan Ngawi-Sragen. ‘’Dalam seminggu ini sudah dicek semua,’’ tuturnya.

Meski begitu, Marsudi menyimpan rasa waswas. Sebab, jalur masuk hewan ternak kini tidak hanya melalui jalan nasional yang terdapat checkpoint. Melainkan juga ruas tol. ‘’Kalau yang lewat jalan nasional sudah kami antisipasi, tapi yang melalui jalan tol belum,’’ terangnya.

Kabid Kesehatan Hewan Disperta Ngawi drh Tri Wahyu Yulistiani menambahkan, ciri-ciri hewan ternak yang sehat antara lain lincah, kulit mengilap, mata bersih, dan tidak pincang. Sedangkan hewan yang terindikasi kena antraks biasanya hewan mengalami demam dan keluar darah dari setiap lubang di tubuhnya. ‘’Hewan ternak yang mati mendadak juga bisa dijadikan indikasi terserang antraks,’’ ungkapnya.

Karena itu, dia mengimbau jika menemukan kasus hewan ternak mati tiba-tiba segera melapor ke dinasnya. Selain itu, warga dilarang mendekat serta melakukan tindakan apa pun. ‘’Laporan yang masuk kami teruskan ke laboratorium yang khusus menangani penyakit antraks di Jogjakarta. ‘’Kami sudah sering sosialisasikan itu ke warga,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here