Ponorogo

Waspada, Ponorogo Kini Berstatus Zona Oranye

Sehari Tambah 11 Kasus Positif

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kurva kasus positif Covid-19 di Ponorogo meroket. Kamis (9/7) bertambah 11 sekaligus. Empat dari lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Mereka para santri baru yang diterima di PMDG Kendari. Batal berangkat dari Ponorogo lantaran hasil rapid test-nya reaktif.

Selain dari subklaster PMDG Kendari itu, juga ada kasus positif lain. ‘’Tiga dari klaster Panjeng, tiga dari klaster Ronowijayan, dan satu kasus dari Joresan, Mlarak,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Empat kasus baru dari Gontor masih bagian dari 11 orang yang sebelumnya reaktif rapid test. Mereka berasal dari berbagai daerah yang mengikuti tes penerimaan PMDG Kendari di Gontor 2 Madusari, Siman. Sebelumnya enam orang dinyatakan positif hasil uji swab. ‘’Sedangkan satu lainnya negatif,’’ terangnya.

Tambahan tiga kasus positif dari klaster Ronowijayan, menjadikan kasus dari klaster ini total jadi 10. Itu membuat status Ponorogo jadi zona oranye. ‘’Salah satunya, karena tingkat penularan di Ronowijayan,’’ ungkapnya.

Pemeringkatan zona, lanjut Ipong, selain ditentukan jumlah kasus juga tingkat penularannya. Salah satu yang dianggap cukup berbahaya adalah klaster Ronowijayan.

‘’Masih kami pertimbangkan apakah perlu mengisolasi satu perumahan tempat semua kasus itu bermula, atau satu kelurahan. Kami juga akan memanggil sejumlah kepala desa dan lurah, termasuk Ronowijayan, terkait hal ini,’’ urainya. (naz/c1/sat)

Gontor Atensi Khusus Polda-Pemprov Jatim

HINGGA Kamis (9/7) sudah 11 kasus positif Covid-19 dari lingkungan PMDG. Satu kasus murni santri PMDG 2 di Madusari, Siman, dan 10 kasus santri baru PMDG Kendari. Pemprov Jatim dan Polda Jatim pun memberikan atensi khusus. ‘’Kami akan melihat perkembangan situasi di PMDG,’’ kata Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo.

Slamet tiba di Pringgitan Pemkab Ponorogo sekitar pukul 10.00. Di ruang bupati, sejumlah pihak menyampaikan paparan terkait situasi terkini di PMDG. Slamet mengatakan, pihaknya mengumpulkan sejumlah catatan penting untuk direkomendasikan ke pemprov dan polda. ‘’Pemprov juga sudah turun (ke PMDG 2),’’ ujar Slamet.

Dia mengimbau masyarakat di luar PMDG tidak sembarang keluyuran tanpa mematuhi protokol pencegahan Covid-19. ‘’Kami melihat sudah ada langkah penanganan. Tapi tetap butuh keseriusan dan kejujuran masyarakat dalam menyikapi perkembangan kasus di Ponorogo ini,’’ tuturnya.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menyampaikan empat poin kesepakatan antara pemkab, pemprov, polda, TNI, dengan pihak PMDG. Pertama, mulai kemarin para santri PMDG 2 akan di-rapid test masal secara bergelombang. Kemarin 300 santri. Sedangkan yang sudah uji swab 98 orang. Ipong berharap pekan ini 1.789 santri, pengajar, karyawan, dan pengasuh PMDG mengikuti rapid test.

Kedua, kegiatan belajar mengajar (KBM) dikurangi. Ketiga, isolasi kampus 2 di Madusari, Siman, lebih diperketat. Keempat, pemkab menambah fasilitas kamar dan tempat tidur di rumah sakit jika terjadi lonjakan pasien Covid-19 dari PMDG. ‘’Jika tidak cukup, PMDG bersedia menyiapkan wisma dengan kapasitas 200 kamar sebagai tempat isolasi,’’ beber Ipong. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close