Waspada! Perkara Narkotika Melejit

28

MADIUN – Peredaran narkotika menjadi ancaman serius bagi Kota Karismatik. Sesuai catatan Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun, jumlah perkara yang ditangani naik. Mengejutkan. Sampai 26 persen! ’’Ada tren kenaikan,’’ kata Humas PN Kota Madiun Catur Bayu Sulistya.

Dia memerinci, tahun lalu yang ditangani sebanyak 26 perkara narkotika. Sedangkan, tahun 2018 sampai awal Desember ada 40 perkara. Ada tren peningkatan. Paling banyak perkara narkotika di wilayah Kecamatan Taman. Selain itu, TKP perkara ada yang di kompleks Lapas Madiun. Temuan di lapas ini hasil pengembangan penyelidikan polisi atau pegawai lapas. ’’Persentase untuk TKP ini memang kecil, tapi sampai tahun ini pun narkotika di lapas masih saja ditemui,’’ ujarnya.

Saat persidangan terungkap, transaksi secara diam-diam dengan sistem ranjau paling kerap dijumpai. Sehingga kepolisian perlu waktu untuk mengungkap peredaran narkotika. Dari sudut pandangnya, kemajuan Kota Karismatik nyatanya berbanding lurus dengan merajalelanya narkotika. Sebab, Kota Madiun dianggap sebagai titik pusat dari sejumlah daerah lainnya yang berdekatan dengan Kota Pecel. ’’Magetan, Ponorogo, Ngawi, dan lain sebagainya kan  larinya ke sini,’’ ungkapnya.

Bukan hanya itu, Pemkot Madiun perlu waspada. Letak Kota Madiun dinilai cukup strategis. Sebab, berada di tengah-tengah antara Surabaya dan Solo. Apalagi saat ini akses jalan dipermudah. Membuat mobilitas antarkota lebih efisien. (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here