Wasito, Satu-satunya Penyedia Jasa Persewaan Hammock di Pancer Door

19
PELUANG BISNIS: Wasito menyediakan jasa persewaan hammock di pantai Pancer Door.

BERSANTAI di pantai jadi cara jitu melepas penat. Keinginan tersebut ditangkap Wasito sebagai peluang bisnis. Berbekal beberapa lembar hammock dia mampu mengantongi rupiah di pantai Pancer Door.

————-

SUGENG DWI, Pacitan

Kain berwarna hijau berjajar menggantung di tengah rimbunnya pohon pinus pantai Pancer Door. Wasito duduk santai, sesekali rebahan menikmati semilirnya angin laut. Sembari menunggu wisawatan datang, hammock yang diikat menggantung di dua pohon itu dibersihkan dari daun pinus yang berjatuhan. ‘’Lumayan ramai, banyak yang suka,’’ kata penyedia jasa persewaan matras gantung ini.

Jasa persewaan hammock memang terbilang baru di Pancer Door dan objek wisata lain di Pacitan. Sepanjang garis pantai hanya pria 48 tahun ini yang menyediakan jasa tempat tidur ayunan ini. Tak heran, jika bisnis yang dirintis sejak dua bulan tersebut menarik minat para wisatawan untuk bersantai menikmati segarnya udara pantai. ‘’Di Pancer Door Cuma saya. Di Teleng Ria sudah ada juga. Mungkin cuma dua lokasi ini,’’ ungkapnya.

Liburan adalam musim memanen rezeki bagi Wasito. Lebaran lalu misalnya, bisnisnya lari manis. Dalam sehari puluhan pelancong silih berganti menyewa hammock-nya. Sekali sewa, pengunjung bebas menikmati tidur di atas ayunan selama yang diinginkan. ‘’Waktu Lebaran kemarin seanya Rp 30 ribu. Sepuasnya berapa jam pun boleh,’’ tutur bapak dua anak ini.

Bisnis model kekeluargaan jadi cara Wasito menjajakan jasanya. Pria yang juga pemilik kedai di pantai tersebut juga mempersilakan para wisatawan sekedar mengambil gambar di atas hammock. Untuk sekadar foto, tarifnya suka-suka. Bahkan, penyewa boleh menggunakan lagi usai meninggalkan hammock dalam waktu lama. ‘’Kalau anak-anak muda banyak yang hanya ambil gambar,’’ ungkap mantan TKI di malaysia ini.

Saat ini Wasito menyediakan 9 unit hammock. Meski punya lebih dari 50 unit di rumah. Dia khawatir jika dipasang semua cepat rusak. Pasalnya, Wasito meninggalkan hammock-nya di tempat. Pun embun laut gampang merusak kain jika dipasang sembarangan. ‘’Saat ini masih cukup, karena kalau bukan hari libur pengunjung cukup sepi,’’ pungkasnya.*** (sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here