Warrior of Asia

198

Oleh: Maidi

BERANDA medsos saya belakangan ini dibanjiri notifikasi tentang silat. Rasa penasaran membuat saya mencoba untuk mencari tahu lebih jauh. Ternyata banyak orang sedang mengulas pencak silat dalam salah satu film luar negeri. Entah apa itu judul filmnya. Dari melihat sekilas potongan video dalam adegan tersebut, saya langsung ngeh. Itu pencak silat Indonesia. Pencak silat tanah air. Apalagi, menggunakan senjata khas silat. Kerambik. Ini membuktikan bahwa pencak silat juga dapat diaplikasikan dalam bidang lain. Film, salah satunya.

Sebagai orang Indonesia, khususnya warga Madiun, kita patut turut berbangga. Sebab, pencak silat dan Madiun bak dua sisi mata uang yang saling berkaitan dan tak terpisahkan. Madiun gudangnya pencak silat. Tidak menutup kemungkinan Pencak Silat Madiun juga masuk dalam perfilman ke depan. Di Kota Madiun saja, terdapat sebelas perguruan yang tergabung dalam paguyuban pencak silat. Paguyuban ini terbentuk sejak 2013 lalu. Tak berlebih kiranya sebutan Madiun Kota Pendekar disematkan untuk kota kita tercinta ini. Pencak silat merupakan aset besar. Tentu kita semua ingin Silat Madiun terus berkembang. Paling tidak Madiun menjadi jujukan ketika kata silat terucap. Bukan hanya di tanah air. Namun, juga dunia. Terlebih di Asia. Kota Madiun harus menjadi Warrior of Asia.

Warrior bukan hanya jago dalam bertanding. Namun, menjelajah di segala lini. Seperti yang tengah ‘in’ saat ini. Pencak silat mampu menembus perfilman dunia. Artinya, pencak silat dapat dimasukkan dalam industri kreatif. Terutama dalam seni peran. Kita harus segera menangkap potensi ini. Pencak silat bukan hanya untuk di dalam arena. Tapi juga bisa masuk dalam film, pementasan drama, teater, hingga konveksi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan masuk dunia game. Dunia yang tengah digandrungi anak-anak dan remaja saat ini.

Seperti yang kita ketahui, game yang bersifat full body contact masih didominasi bela diri lain. Silat bisa menjadi pembeda. Memberi suasana baru. Lengkap dengan atribut dan senjata khasnya. Pasti menarik. Kota Madiun kaya akan bakat-bakat dibidang IT. Mereka cukup bisa membuat game dengan karakter silat di dalamnya. Peluang mereka terbuka lebar di depan. Ini juga dapat menjadi media promosi yang menarik. Agar Silat Madiun semakin mendunia.

Saya sudah berencana menjadikan silat sebagai destinasi wisata di Kota Madiun. Mereka yang ingin mengenal lebih dekat dengan Silat Madiun akan difasilitasi. Dari satu perguruan ke perguruan lain. Dari satu padepokan ke padepokan lainnya. Atau dapat dijadikan dalam satu tempat. Mereka yang ingin belajar gerakannya difasilitasi dengan menggabungkan jurus dari tiap perguruan tanpa meninggalkan ciri khas masing-masing. Yang penting mereka tahu dulu. Tatkala mereka tertarik akan belajar lebih mendalam. Artinya, berkunjung lagi ke sini. Perekonomian juga akan meningkat.

Ini tentu tidak cukup hanya dengan harapan. Butuh aksi nyata untuk mewujudkannya. Pemerintah Kota Madiun tentu akan memberikan fasilitasnya. Saya sudah berencana membangunan taman silat, sentra pencak silat, hingga padepokan bersama atau bahkan museum. Bukan hanya sebagai tempat pertunjukkan, tetapi juga dapat digunakan untuk berlatih bersama. Event-event yang berkaitan dengan pencak silat juga akan lebih intens digelar. Terdekat, Pemkot Madiun bersiap menggelar Seni Pencak Silat Nusantara akhir Juli ini. Tempatnya di gedung olahraga kawasan Stadion Wilis. Gelaran event kali kedua ini saya pastikan lebih meriah dan lebih besar. Rencananya dihadiri Menpora Imam Nahrawi. Pesilat dari mancanegara juga akan diundang. Ini juga sebagai sarana promosi pencak silat. Agar lebih dikenal. Lebih mendunia. Dan sekali lagi, Kota Madiun menjadi Warrior of Asia.

*Penulis adalah wali kota Madiun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here