Madiun

Warna-Warni Bunga dan Batu Besar Keunggulan dari Watu Rumpuk

Di Desa Mendak ada objek wisata yang semakin kesohor. Namanya Watu Rumpuk. Jadi, untuk berpelesir tidak perlu jauh-jauh ke luar kota untuk sekadar selfie atau wefie. Sebab, di Madiun sudah semakin lengkap.

——————-

FATIHAH IBNU FIQRI, Dagangan

BUNGA warna-warni menambah pesona keindahan wana wisata Watu Rumpuk. Lokasinya di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Ada banyak spot selfie menarik pula. Udara segar khas pegunungan juga menambah nyaman suasana.

Tim Radar Madiun dan Kebokluyur Adventurholic juga mengunjung tempat wisata yang makin kesohor itu. Kreasi dari Kades Mendak Nur Cholifah bersama pokdarwis desa setempat berhasil menyulap Watu Rumpuk semakin indah.

Kebokluyur Adventureholic beberapa waktu lalu juga menerima tawaran untuk ikut digelaran event di lokasi tersebut. Kawasan tersebut terbilang bagus. Sehingga, komunitas pendaki dan pecinta alam juga banyak yang tertarik bergabung. Watu Rumpuk Camp Coustic yang saat itu jadi event untuk mengundang para wisatawan sekaligus memberikan edukasi pada masyarakat. ’’Harus siap jadi desa wisata,’’ ungkap Mustofa Pradana, ketua harian Kebokluyur Adventureholic.

Meski mengangkat musik akustik, timnya juga berhasil menampilkan musik etnik yang disukai masyarakat. Dangdut yang dikemas akustik juga membuat suasana semakin hangat. Selain itu ada kerawitan yang ditampilkan oleh anak-anak desa setempat. Hal tersebut pun bertujuan agar potensi anak-anak bisa terus terasah. Karena mereka cenderung malu untuk tampil sehingga mereka tidak mendapat tempat saat ada kompetisi tingkat provinsi maupun nasional. ‘’Sehingga punya keberanian untuk mengekspos diri mereka sendiri,’’ kata Tofa –sapaan Mustofa Pradana- kepada Radar Madiun.

Bahkan, saat itu mereka mengundang YouTuber kondang asal Kabupaten Madiun Agung Sukoco  alias Pak Ndul. Si ahlinya ahli tersebut diundang dengan alasan untuk memberikan edukasi pada para undangan dan juga warga setempat mengenai cara untuk mempromosikan pariwisata melalui media sosial. Pun, kata dia, juga pegiat sosial media admin dari akun Instagram medhioen.ae. ’’Kami ingin mereka bisa mempromosikan pariwisata,’’ katanya.

Lantaran, kebanyakan warga Kabupaten Madiun cenderung memilih wisata yang ada di luar Kabupaten Madiun. Padahal di kawasan Madiun pun punya tempat wisata yang tak kalah menarik. Sehingga, mereka tak perlu jauh-jauh berwisata ke luar Madiun. Pun, selain itu mereka bisa mempromosikan kawasan wisata tersebut. ’’Kan lebih baik begitu,’’ katanya.

Di Watu Rumpuk, wisatawan tak hanya disuguh dengan keindahan wisata alam. Ada buah-buahan khas seperti manggis dan durian. Warga setempat banyak yang menjual buah – buahan yang ada di sana. Harganya pun bervariasi. Wisatawan pun bisa memilih sesuai seleranya. ’’Kalau manggis sekitar 10 ripu perkilo, durian sekitar mulai harga Rp 30 ribu,’’ ungkapnya.

Selain itu, ada juga kuliner yang wajib dicoba oleh para pelanggan. Yakni nasi angkruk. Makanan itu berupa nasi, diberi mi goreng, sambal tomat, tahu, pare welut dan juga ayam suwir. Sekilas memang cukup mirip dengan nasi jotos. Tapi, ada paduan dari pare welut yang dibuat oseng dan ayam suwir. Pun, itu pun menjadi kuliner yang saat itu jga disuguhkan saat event di Watu Rumpuk Camp Coustic. ’’Jadi, harus lengkap, tak hanya wisata buatannya tapi juga kulinernya,’’ pungkasnya. *****(ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close