Ngawi

Warkop Diduga Jual Layanan Esek-Esek, Pemilik Hanya Diminta Bongkar Kamar

NGAWI, Radar Ngawi – Nasib End, pemilik warung kopi di Desa Dawung, Jogorogo, yang diduga nyambi menjual layanan esek-esek cukup beruntung. Satpol PP Ngawi belum membawa masalah pelanggaran perda yang dilakukan perempuan parobaya itu ke meja hijau. ‘’Kami masih pertimbangkan sisi kemanusiaannya,’’ kata Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Ngawi Arif Setiyono Kamis (21/11).

Hal tersebut diungkapkan Arif setelah memanggil End untuk dimintai klarifikasi terkait temuan pelanggaran Perda Nomor 1 Tahun 2017 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum). End diduga telah melanggar pasal 42 perda tersebut karena menyediakan fasilitas prostitusi.

Pada 12 November lalu, saat satpol PP merazia warung kopi milik End, petugas berhasil mengamankan pasangan bukan suami istri yang indehoi di lokasi itu. Pasangan tersebut mengaku membayar sejumlah uang kepada End sebagai biaya sewa kamar. ‘’Atas dasar itu, pemilik warung terbukti telah memfasilitasi kegiatan prostitusi,’’ tutur Arif.

Pasal 42 perda itu menyebutkan bahwa setiap orang yang memfasilitasi kegiatan prostitusi diancam dengan hukuman tiga bulan penjara atau denda maksimal Rp 50 juta. Namun, terkait sepak terjang End, pihak satpol PP sekadar meminta agar kamar-kamar yang selama ini disewakan perempuan itu dibongkar. ‘’Kami beri kesempatan selama satu minggu, kalau masih tetap ada akan kami bongkar paksa,’’ ancamnya.

Warung mesum tersebut sebelumnya juga pernah dibongkar paksa. Namun, End masih saja melakukan pelanggaran yang sama. Meski begitu, Arif menolak anggapan pihaknya tidak tegas. ‘’Kita tunggu saja, kalau sampai minggu depan masih ada akan kami bongkar paksa dan berkasnya kami ajukan ke pengadilan,’’ tegasnya.

Proses klarifikasi kemarin dilakukan sekitar pukul 13.00. End datang ke kantor satpol PP ditemani saudaranya. Kepada petugas, perempuan tersebut mengaku bakal membongkar sendiri sejumlah kamar di warungnya. Pun, berjanji tidak akan nyambi menyediakan layanan prostitusi. (tif/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close