Warga Tolak Pembangunan SMPIT Qurrota Ayun di Tangkuban Perahu

57
UNJUK RASA: Warga menentang pembangunan SMPIT Qurrota Ayun di Jalan Tangkuban Perahu.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pembangunan SMP Islam Terpadu (IT) Qurrota Ayun di Jalan Tangkuban Perahu menuai protes. Peletakan batu pertamanya Selasa (13/8) berhenti. Dilanjutkan mediasi yang dihadiri lurah Cokromenggalan, lurah Nologaten, dan perwakilan warga dari tiga kelurahan, termasuk Banyudono.

Dalam mediasi yang berlangsung kurang dari satu jam itu, warga menyatakan keberatannya dengan pembangunan gedung sekolah menengah pertama tersebut. Lantaran kawasan pendiriannya cukup padat. Sudah banyak sekolah dan pondok pesantren. ‘’Kami menolak dibangunnya sekolah di sini,’’ tegas Agus Legi, perwakilan warga. ‘’Di sini jalanan macet, apalagi kalau pagi,’’ imbuhnya.

Setiap pagi dan sore, lanjut Agus, jalanan dipenuhi pengantar-penjemput. Tidak sedikit pula yang menggunakan kendaraan roda empat. Sementara jalan cenderung sempit. ‘’Bisa dibayangkan ramainya seperti apa nanti kalau ketambahan sekolah itu. Sekarang sudah sepuluh sekolah,’’ katanya.

Warga pun mempertanyakan legalitas izin atas pembangunan sekolah yang sedianya mulai peletakan batu kemarin itu. Sebab, warga yang menyoal ini tidak pernah merasa memberikan persetujuan. ‘’Lima ketua RT menolak. Jadi, warga mana yang katanya setuju itu,’’ tukasnya.

Kepala SMPIT Arif Yeni Varianto berkata lain. Dia mengaku sudah mengantongi izin atas pembangunan sekolah di atas tanah seluas 2.300 meter persegi ini. Pembangunan ini bagian dari pengembangan lembaga yang telah ada sebelumnya di Jalan Merapi. ‘’Insya Allah terkait legalitas sudah selesai. Ini bukan pendirian sekolah baru. Tapi, kelas kami di Jalan Merapi terbatas. Yayasan amanahkan di sini,’’ terangnya.

Terkait izin mendirikan bangunan (IMB), Arif enggan berkomentar banyak. Baginya, pihak yayasan lebih berwenang menjawab dan mengetahui persoalan izin. ’’Kami sampaikan ke yayasan untuk diskusi. Ketua yayasan sedang haji. Sementara ini tadi (peletakan batu pertama, Red) kita sebarkan surat untuk mengundang tamu,’’ paparnya.

Kasi Trantibmas Kecamatan Kota Ponorogo Edy Budyanto meminta pihak SMPIT Qurrota Ayun memastikan kelengkapan surat perizinan pendirian bangunan. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. ‘’Selain IMB, ada surat pernyataan pengelolaan limbah (SPPL) dan lainnya. Kalau mendirikan bangunan, surat-surat itu harus ada,’’ tegasnya. *** (fin/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here