Ngawi

Warga Tolak Dievakuasi Petugas RSUD

Gapura Jadi Sasaran Pelampiasan Kekesalan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Covid-19 tampaknya mulai dianggap virus yang tidak menakutkan lagi. Selasa petang (13/10), sempat beredar kabar sejumlah warga Dusun Pojok I, Desa Pojok, Kwadungan, yang hasil swab test-nya dinyatakan positif menolak dievakuasi petugas RSUD dr Soeroto.

Tidak hanya itu, beberapa warga lain melampiaskan kekesalannya dengan merusak gapura kampung tangguh dan portal penutup jalan. Namun, pantauan Radar Ngawi di lokasi sekitar pukul 20.00 situasi sudah kembali kondusif. Pun, dua warga yang awalnya menolak dievakuasi akhirnya bersedia diisolasi.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Ngawi drg Endah Pratiwi membenarkan adanya warga yang menolak dievakuasi. ‘’Penyebabnya tidak percaya dinyatakan positif Covid-19,’’ ungkap Endah Rabu (14/10).

Meski begitu, Endah memaklumi sikap warga tersebut. Sebab, hasil swab test bisa saja meleset. Itu mendasar pengalamannya sendiri. Beberapa waktu lalu dia sempat dinyatakan positif korona berdasarkan hasil pemeriksaan salah satu laboratorium di Mojokerto.

‘’Padahal kondisi saya sehat, tidak ada gejala apa pun. Saya juga tidak pernah kontak erat pasien Covid-19. Lalu, saya swab ulang di Surabaya dan hasilnya negatif,’’ paparnya. ‘’Jadi, kalau tidak yakin bisa cari swab pembanding,’’ imbuhnya.

Sementara, pihak kepolisian setempat membantah adanya insiden perusakan gapura dan portal jalan. ‘’Memang ada proses evakuasi (pasien Covid-19), tapi soal perusakan tidak ada,’’ kata Kapolsek Kwadungan Iptu Sunaryati. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close