Warga Tidak Sabar Menunggu Perbaikan Jembatan Kedungbendo

38

PACITAN – Jembatan Kedungbendo, Arjosari, tak kunjung diperbaiki. Lantai jembatan gantung itu telah dibongkar sejak awal tahun kemarin. Padahal, jembatan yang melintang di atas sungai Grindulu itu merupakan akses utama antar dusun dan urat nadi perekonomian warga sekitar. ‘’Kami berinisiatif membangun jembatan darurat, karena sudah menunggu terlalu lama,’’ kata Sogirin, salah seorang warga setempat, Minggu (19/5).

Sogirin mengungkapkan sejak tiga hari lalu warga setempat membangun jembatan kayu dan bambu di bawah jembatan Kedungbendo. Itu untuk mengantisipasi tingginya mobilitas warga jelang Lebaran kelak. Pasalnya jika memutar warga harus menempuh jarak 2,.5 kilometer. Pun aksesnya sulit. ‘’Kasihan kalau Lebaran nanti ada saudara yang berkunjung gak bisa lewat,’’ ujarnya.

Dia menambahkan di seberang jembatan di huni ribuan warga yang tersebar di tiga dusun. Yakni Banyuanget, Ngasem dan Jati. Pun, jembatan tersebut juga jadi akses alternatif warga Desa Kalikuning, Tulakan, menuju kota Pacitan. ‘’Cukup banyak yang lewat sini, apalagi ditambah yang mudik Lebaran nanti,’’ jelasnya.

Pembangunan jembatan darurat itu sudah dirancang sejak lama. Lebarnya sungai Grindulu plus musim penghujan sempat menunda rencana tersebut. Jelang musim kemarau saat air sungai surut rencana itu direalisasikan. Dikerahkan kasun, puluhan warga bahu membahu membuat jembatan ala kadarnya. ‘’Roda dua bisa lewat, tapi kalau mobil tak bisa,’’ tambahnya sembari berharap jembatan Kedungbendo lekas diperbaiki.

Diketahui, lantai jembatan Kedungbendo dibongkar selepas insiden melintirnya jembatan Banjarsari 2 awal tahun lalu. Diduga, jembatan yang masih satu paket proyek tersebut bermasalah pada konstruksinya. Warga mendapati ada retakan di mulut jembatan serta tiang miring. ‘’Kabarnya lantai jembatan di bawa ke DPUPR Pacitan dan masih menunggu lantai jembatan baru. Setelah Lebaran mau dipasang,’’ pungkas Sogirin. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here