Warga Tagih Penanganan Pascabanjir

66

MAGETAN – Kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana banjir di Desa Ngelang begitu besar. Seperti rusaknya fasilitas umum berupa infrastruktur jalan, tanggul sungai dan rumah warga. ‘’Saya sudah sering bilang kepada pemkab terkait kerusakan ini. Sekarang warga menunggu janji pemkab,’’ kata Kepala Desa Ngelang, Sarjono.

Sarjono mengungkapkan kerusakan terparah ada pada tanggul sungai. Seperti diketahui, tanggul Kali Madiun jebol karena diterjang banjir. Kondisi itu diperparah dengan pintu air sungai yang sudah rusak. ‘’Sehingga, ketika terjadi luapan air dari Kali Madiun rumah warga ikut terendam,’’ ungkapnya.

Sebenarnya, kata dia, pemerintah desa telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk mengatasi persoalan tersebut. Karena apabila permasalahan itu tidak segera ditangani, dikhawatirkan banjir susulan bisa kembali terjadi. Jika posisi debit air Kali Madiun meningkat. ‘’Saya sudah menanyakan ini ke pemkab. Tapi, belum ada tanggapan serius. Begitu juga ke BBWS Bengawan Solo belum ada tanggapan,’’ terangnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Magetan Pangayoman memang sempat melontarkan kritikannya kepada pemkab terkait lambannya penanganan pascabanjir. Seperti perbaikan saluran air, akses infrastruktur jalan penghubung desa dan pintu tanggul yang sudah tidak berfungsi. ‘’Kami akan coba koordinasi kembali dengan bupati agat segera ada pembenahan. Saya harap kepala daerah baru ini bisa menyelesaikan pogramnya dengan baik,’’ tuturnya. (mgc/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here