Warga Ngrayung Tetap Menolak Ternak Ayam

98

MADIUN – Peternakan ayam potong di dekat permukiman warga Dusun Ngrayung, Mujopurno, Wungu, masih beroperasi hingga kini. Diduga, keberadaannya tidak berizin. Pun warga yang keberatan telah melapor Senin lalu (28/1). Bahkan, pemilik peternakan sudah mendapatkan surat peringatan pertama dari satpol PP akhir bulan lalu.

Namun, pemilik mengabaikan peringatan korps penegak perda itu. Nyatanya, masih ada aktivitas di peternakan tersebut kemarin (10/2). Padahal, warga mendesak kandang ayam itu dipindahkan ke lokasi lain. ‘’Kami terganggu bau tak sedap dan lalat dari kandang itu,’’ kata Suwadi, salah seorang warga yang tinggal di dekat peternakan.

Dia mengungkapkan, setelah mendapat surat peringatan dari satpol PP, pemilik berjanji akan mengurus izinnya. Namun, sekitar 30 warga setempat menolak. Mereka membuat surat pernyataan menolak aktivitas pertenakan ayam di dusunnya. ‘’Kami sepakat menolak apa pun yang terjadi,’’ tegasnya.

Puluhan warga sepakat tidak memberi izin kepada pemilik peternakan sebagai syarat untuk terus mengurus izin usahanya. Warga beralasan lokasi peternakan terlalu dekat permukiman warga dan berdampak buruk. Terutama ancaman gangguan kesehatan. ‘’Sampai kapan pun, kami tidak akan mengizinkan kawasan padat penduduk ini ada tempat beternak ayam,’’ tegasnya lagi.

Terpisah, Kepala Desa Mojopurno Agus Susanto menyebut pemerintah desa tidak berhasil menemukan titik temu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pihaknya sudah pernah berbicara dengan warga dan peternak. Namun, tak ada solusi. ‘’Kami mempersilakan warga yang berinisiatif melapor ke pihak-pihak terkait jika keberatan,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan, sejatinya peternakan itu bukan untuk produksi. Hanya tempat penampungan ayam dari kandang utama jika tak terangkut semua saat panen. Jadi, tidak setiap hari kandang itu berisi ayam. Aktivitas peternakan juga tak setiap hari. Namun, warga menyatakan terganggu. (mg4/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here