Pacitan

Waduh, Warga Lokal Mulai Mencoba Narkoba

PACITAN – Satuan Pelaksana Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (Satlak P4GN) Pacitan tak mau kecolongan. Mereka kemarin (9/4) sengaja menyasar pengadilan negeri (PN) setempat untuk memastikan 39 pegawai, termasuk enam hakim, terbebas dari narkoba. ‘’Alhamdullilah clean. Tidak ada yang terindikasi,’’ kata Kepala Satlak P4GN Pacitan Suharyanto kemarin (9/4).

Tes urine di PN Pacitan kemarin dilakukan mendadak. Pun tidak beda dengan di lokasi lainnya. Semua pegawai dikumpulkan. Mereka diminta menyerahkan sampel urine untuk di-rapid test dengan enam parameter sekaligus. Bahkan, satu di antara pegawai yang sedang cuti diminta ikut tes urine susulan di Mapolres Pacitan. ‘’Semua kami tes sesuai data yang kami terima dari Mahkamah Agung (MA). Mulai hakim, panitera hingga para pegawainya,’’ bebernya.

Pria yang juga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pacitan itu menyebut tes urine tersebut agenda rutin Satlak P4GN Pacitan. Kebetulan MA meminta setiap PN di daerah diperiksa untuk menjaga integritas personelnya. Kegiatan tersebut juga jadi dasar masyarakat bahwa dengan pemeriksaan aparat hukum membuktikan keadilan di hadapan hukum setara.  ‘’Jangan sampai ada aparat hukum atau ASN terindikasi atau terbukti sebagai pengguna atau bahkan pengedar, karena mereka jadi contoh masyarakat,’’ tegasnya.

Menurut Suharyanto, kegiatan tersebut sebagai upaya preventif untuk memberantas narkoba. Apalagi, lanjut dia, Badan Narkotika Nasional (BNN) juga menyatakan Indonesia darurat narkoba. Dalam sehari sekitar 50 orang meninggal akibat penyalahgunaan narkoba. Sedangkan di Pacitan relatif kecil. Catatan polres setempat, terdapat 22 kasus 2018 lalu. ‘’Yakni sembilan pengguna sabu, lima  psikotropika, dua miras dan enam oker serta obat keras,’’ ungkapnya.

Meski begitu, Suharyanto tetap waswas. Pasalnya, dari 22 kasus tersebut mulai muncul pengguna warga Pacitan. Padahal, dalam kasus sebelumnya, Pacitan hanya disebut sebagai lokasi para pengguna narkoba dari luar daerah. Itu mengingat status Kota 1001 Gua ini sebagai daerah wisata. ‘’Jadi Pacitan hanya sebagai locus karena jadi destinasi wisata. Biasanya diamankan saat di hotel,’’ tambahnya.

Sementara Ketua PN Pacitan Yogi Arsoo menambahkan pemeriksan urine tersebut juga menjadi program wajib yang dilaksanakan bersama satlak P4GN. Pihaknya selalu memberi sosialiasi rutin terkait jenis, efek dan bahaya narkoba kepada pegawainya. ‘’Termasuk unsur narkoba yang bertambah sesuai permenkes,’’ tuturnya. (odi/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close