Pacitan

Warga Pacitan Hasilkan Sampah 28 Ton Per Hari

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Beban sampah di TPA Dadapan terus bertambah. Namun, daya tampungnya tak sebanding dengan beban volume sampah. Sebagai antisipasi, dinas lingkungan hidup (DLH) telah menambah satu sel baru pada tahun ini. ‘’Progres pengerjaannya baru sekitar 50 persen,’’ kata Kepala DLH Pacitan Joni Maryono Senin (16/9).

Saat ini sampah yang dihasilkan masyarakat per harinya mencapai sekitar 28 ton. Sementara lahan di TPA Dadapan mempunyai luas 7,2 hektare. Dengan jumlah sel yang beroperasi hanya satu. Sekarang volume sel sampah berukuran 0,6 hektare tersebut sudah mencapai 80 persen.

Berdasarkan kondisi tersebut, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Pacitan Djoko Harjanto memprediksi TPA Dadapan akan mengalami overload tahun depan. Karena itu, pembangunan sel baru terus dikebut supaya pengelolaan sampah di TPA bisa berjalan optimal. ‘’Mestinya kapasitas atau umur pakai satu sel itu selama 10 tahun. Kalau sel yang baru, direncanakan bisa difungsikan pada 2021. Itu setelah pemberian geotekstil dan geomembran,’’ ujarnya.

Di sisi lain, proses pemilahan sampah yang masuk ke TPA Dadapan sekarang belum maksimal. Karena semua jenis sampah tetap masuk ke TPA yang dibangun pemerintah pusat pada 2013 lalu itu. ‘’Semestinya sampah yang masuk ke TPA hanya sampah residu,’’ tegas Djoko.

Dia menerangkan, sampah residu adalah sampah yang dapat diolah atau didaur ulang kembali. Namun, proses pemilahan itu tidak jalan. ‘’Kami belum punya TPS kontainer untuk menampung sampah yang terpilah antara organik dengan anorganik,’’ tuturnya.

Dari 28 ton sampah yang masuk ke TPA Dadapan, selama ini hanya sekitar enam ton sampah berjenis residu. Kondisi itu yang kemudian berdampak pada makin meningkatnya volume sampah di TPA Dadapan. ‘’Kemungkinan overload tetap ada, menghitung kontur TPA di kemiringan dengan sekitar 15 meter batas maksimal ketinggian,’’ katanya. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close