Warga Duwetan Berburu Air di Lereng Jurang

149

PACITAN – Menyusuri jalan setapak sejauh 500 meter menjadi keseharian Katmiatin, warga Dusun Duwetan, Semanten, Pacitan, sejak empat bulan terakhir. Itu dilakukan demi mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. ‘’Yang paling dekat ya sini,’’ kata Katmiatin kemarin (23/10).

Untuk menjangkau lokasi itu Katmiatin harus menantang risiko. Pasalnya, tempatnya di lereng jurang. Pun jalan setapak yang harus dilalui licin dan miring. Belum lagi akar pohon dan bebatuan yang menyeruak di titik tertentu. Salah-salah, kaki tersandung hingga terjun ke jurang. ‘’Tapi, kalau sudah biasa lewat, hafal titik-titik yang rawan,’’ ujarnya.

Dia menyebut, Duwetan merupakan wilayah langganan kekeringan. Hampir tiap tahun warga didera krisis air bersih. Lokasi dusun yang berada di kawasan perbukitan cadas membuat cadangan air di musim kemarau cepat habis. Satu-satunya harapan sekitar 50 KK warga setempat adalah sumber mata air di lereng bukit dusun. ‘’Air di sini nggak pernah habis,’’ tuturnya.

Katmiatin menambahkan, air di sumber itu digunakan untuk mencuci maupun memasak dan minum. ‘’Kadang ke sini sehari dua kali, kadang tiga kali, tergantung kebutuhan,’’ terangnya sembari menyebut dropping air dari pemkab kerap tak mencukupi.

Dia menambahkan, sejatinya ada sumber yang lokasinya lebih dekat. Namun, kini tidak lagi menjadi pilihan utama warga lantaran rawan longsor, meski debit airnya lebih besar. ‘’Masih ada yang mengambil air di sana, tapi tidak sebanyak dulu,’’ terangnya. (mg6/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here