Warga Desa Karangbanyu, Widodaren, Ini Gali Sumur Sibel Keluar Gas

86

NGAWI – Wilayah Ngawi bisa jadi memiliki kandungan gas alam yang cukup tinggi. Setidaknya, beberapa kali muncul fenomena sumur bor mengeluarkan api ketika disulut. Terbaru, ditemukan di Dusun Ngampon, Desa Karangbanyu, Widodaren.

Sumur jenis sibel itu saat dinyalakan tidak hanya mengeluarkan air. Melainkan juga ada semacam gas dari dalam tanah yang ikut terdorong naik ke permukaan. Nah, pada salah satu lubang, saat disulut dengan korek langsung muncul api. ‘’Warga di sini sudah tidak kaget lagi karena sebelumnya juga pernah terjadi,’’ kata Suwoto, pemilik sumur sibel tersebut, Kamis (18/7)

Suwoto mengaku mulai melakukan pengeboran sumur dua hari lalu. Sedianya, tanah dibor dengan kedalaman sekitar 50 meter. Namun, saat mencapai setengahnya, dia merasa ada yang aneh. ‘’Seperti membentur batu,’’ ujar warga Dusun Wonokerto ini.

Setelah lapisan keras itu berhasil ditembus, pengeboran berlangsung tanpa kendala. Keanehan muncul lagi saat sumur siap digunakan. Air yang keluar agak keruh dan berbau sedikit menyengat. ‘’Saya pikir pasti ada campuran gasnya,’’ ucap Suwoto.

Untuk membuktikannya, Suwoto lantas menambahkan sambungan pipa T dengan maksud supaya air dan gasnya keluar terpisah. Benar saja, ketika coba disulut korek api, di atas lubang sambungan pipa tersebut muncul nyala api. ‘’Bagi warga sini (Widodaren, Red) sudah biasa. Kalau ngebor sumur di bawah 100 meter, biasanya muncul gas,’’ paparnya.

Suwoto menyebut, sedikitnya ada tiga sumur sibel di desanya yang mengeluarkan gas. Fenomena tersebut muncul sejak tiga tahun lalu. Dia sendiri sudah dua kali merasakan pengalaman mengebor sumur sibel yang mengeluarkan gas. ‘’Tapi pas kemarau saja gasnya keluar, kalau musim hujan tidak,’’ ujarnya.

Meski kondisi air yang diduga mengandung gas terlihat keruh dan berbau, kata dia, tidak ada dampaknya bagi kesuburan tanah serta tak beracun. ‘’Biasanya kalau beracun kan malah tidak bisa menyala apinya,’’ ungkap pria yang juga menjabat perangkat desa itu.

Kepala Desa Karangbanyu Sumanto menyatakan banyak sumur dangkal di desanya mengeluarkan gas saat musim kemarau. Karena itu, banyak petani yang beralih menggunakan sumur sibel, meski kadang air yang keluar bercampur gas. ‘’Jadi, sudah biasa,’’ katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi Eko Heru Tjahjono mengaku pihaknya belum menerima laporan adanya sumur yang mengeluarkan gas tersebut. ‘’Kasus seperti itu sudah sering, tapi lokasinya beda-beda. Yang jelas, kalau ada laporan pasti langsung kami cek apakah berbahaya atau tidak,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here