Warga Desa Gebyok Tuntut Kembalikan Hak Milik Tanah

123

MAGETAN – Emosi puluhan warga Desa Gebyok, Karangrejo, sampai di ubun-ubun hingga menggeruduk kantor desa setempat kemarin (27/3). Menyusul tuntutan kepada Kepala Desa (Kades) Eka Saputra untuk mengembalikan hak kepemilikan tanah gogol seluas lima hektare yang dipinjam pemerintah desa (pemdes) 56 tahun silam tidak digubris. Polres Magetan pun tidak kunjung mengusut kasus tersebut sejak dilaporkan Desember 2018.

Upaya warga mendatangi kantor desa agar bisa bertemu dengan polisi sekaligus kades. Namun, audiensi segitiga itu gagal. Sebab, Eka tidak menampakkan batang hidungnya. Puluhan warga hanya bisa bertatap muka dengan Kasat Reskrim AKP Sukatni dan Kapolsek Karangrejo AKP Ruwajianto. ‘’Kami ingin segera klir. Tapi, sampai sekarang tidak ada kejelasannya,’’ kata Suyanto, salah seorang warga.

Kasus ini terjadi ketika pemdes tidak punya dana berlimpah untuk mengelola dan mengembangkan desa 1963 silam. Kades kala itu mengambil kebijakan untuk meminjam tanah gogol milik 132 warga. Lahan seluas lima hektare yang berwujud sawah itu lantas disewakan ke orang lain untuk digarap. Kebijakan tersebut bertahan hingga kini dengan tarikan Rp 200 ribu per dua tahun sekali. Nominal itu untuk sewa lahan 500 meter persegi. ‘’Tapi saat ini pemdes kan sudah mandiri karena ada dana desa. Jadi, warga minta dikembalikan,’’ ujarnya.

Suyanto mengatakan, sebelum masalah ini menjadi besar, sejumlah warga sudah berkoordinasi dengan Eka. Kades tidak bisa memberi keputusan dengan alasan perlu berkoordinasi dengan perangkat desa lainnya. Juga menggali informasi terkait kebijakan yang diberlakukan setengah abad lalu tersebut. Karena tidak segera ada keputusan, warga memutuskan untuk melaporkan kades ke polisi empat bulan lalu. ‘’Aksi ini dilakukan karena kecewa, polisi tidak segera memeriksa kades,‘’ tuturnya.

Menurut Atma Imanuel, pendamping warga Gebyok, pemdes telah melakukan penggelapan dana dari hasil sewa tanah gogol. Sebab, sudah menerima DD sejak dikucurkan pemerintah pusat pada 2015. Dia mendesak polisi untuk segera mengusutnya. ‘’Saya kawal terus kasus ini sampai tuntutan warga dikabulkan,’’ katanya kepada Radar Magetan.

Sementara, Sukatni enggan mengomentari kasus tuntutan pengembalian tanah gogol. Juga tudingan tidak diresponsnya laporan dengan penyelidikan. Dia beralasan masih perlu berkoordinasi dengan Eka. ‘’Yang bersangkutan (kades, Red) saat ini masih di Jakarta,’’ katanya. (mgc/c1/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here