Warga Arab Ramai-Ramai Umrah Ramadan

91

Umrah Ramadan itu seperti haji bersama Nabi Muhammad SAW. Tak heran jika jamaah umrah Ramadan sangat ramai melebihi ibadah haji. Berikut catatan perjalanan umrah menjelang Ramadan 1440 H yang ditulis Pimpinan Ladima Tour & Travel H SOENARWOTO.

————————-

NUANSA akan datangnya Ramadan 1440 H sudah terasa ketika jamaah Umrah Gemuyu Ladima tiba di Kota Makkah pada 28 April 2019. Perhotelan berhias dengan kaligrafi aneka bentuk dan gaya. Juga memajang pamflet dan banner bertuliskan “Ramadhan Kareem” atau “Ramadhan Mabruk”. Halaman dan lobi hotel pun terlihat kian semarak dibanding dari hari-hari biasa.

Hotel Pullman Zamzam Makkah, tempati menginap rombongan Ladima memasang tirai putih kemilau pada setiap pintu lift. Mewah seperti sedang ada resepsi pernikahan khas Arab. Semua itu untuk menyambut datangnya Ramadan, bulan penuh berkah dan maghfirah. Juga, menyambut datangnya tamu-tamu Allah dan tamu-tamu Rasulullah, yakni para jamaah umrah.

Sabda Rasul; umrah di bulan Ramadan seperti haji bersamaku (HR Bhukari). ‘’Begitu besar dan agungnya fadilah umrah di bulan Ramadan itu membuat warga Arab semua memuliakannya. Ini merupakan tradisi di Arab Saudi,’’ kata Mohammed Husein, salah seorang manajer Hotel Pullman Zamzam.

Begitu mulianya bulan Ramadan menjadikan warga Arab beramai-ramai melaksanakan ibadah umrah. Bahkan, tak sedikit ulama dan tokoh Islam dari berbagai penjuru dunia datang menjalankan umrah Ramadan. Sehingga bulan ini, apalagi pada 10 hari terakhir Ramadan, sangat berjubel jamaah umrah. Ramainya melebihi prosesi ibadah haji.

Warga Arab memilih melaksanakan umrah Ramadan setiap tahun daripada melaksanakan haji. Warga Arab baru beramai-ramai melaksanakan ibadah haji ketika berlangsung Haji Besar. Dimana prosesi wukufnya jatuh pada hari Jumat. Maka setiap Ramadan tiba, seluruh hotel di Makkah selalu dipenuhi warga Arab.

Dampaknya, harga kamar hotel di Makkah naik berlipat-lipat dari bulan-bulan biasa. Misalnya harga kamar isi dua orang di Pullman Zamzam yang biasanya 580 Riyal (Rp 2,3 juta) per malam jadi 4.000 Riyal (16 juta). Khususnya pada 10 hari terakhir Ramadan. Booking-nya harus paket 10 hari pertama Ramadan, 10 hari kedua Ramadan, dan 10 hari terakhir Ramadan. ‘’Kalau sudah Ramadan, maaf, jamaah Indonesia jarang tinggal di hotel kompleks Tower Zamzam,’’ jelas bapak dua anak ini.

Padahal, perhotelan di kompleks Tower Zamzam itu pada bulan-bulan umrah di luar Ramadan dipenuhi jamaah Indonesia. Malah, dalam beberapa tahun terakhir kompleks Tower Zamzam seperti “kampung” Indonesia. Sebab, setiap hari ribuan jamaah umrah asal Indonesia tinggal di sini. Kompleks Tower Zamzam memang paling dekat dengan Masjidil Haram.

Jika Ramadan tiba, apalagi pada 10 hari terakhir atau pada malam lailatul qadar, hotel di kompleks Tower Zamzam ini dipenuhi para pejabat dan pengusaha Arab. Merekalah yang berani bayar mahal. Orang Indonesia jarang melaksanakan umrah Ramadan karena pertimbangan biaya. Kecuali mereka yang memiliki keinginan kuat menjalankannya.

Untuk bisa dapat kamar hotel di kompleks Tower Zamzam harus booking jauh-jauh hari. Terutama 10 hari terakhir Ramadan. Sebab, satu bulan menjelang Ramadan tiba warga Arab sudah booking hotel. ‘’Belum lagi para pengusaha dari Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar, dan Mesir juga berdatangan melaksanakan umrah Ramadan,’’ kata Mohamad Martin Abdurrahman, staf pemasaran Hotel Pullman Zamzam.

Alumnus Pondok Modern Gontor ini memastikan saat Ramadan jamaah rebutan untuk mendapatkan kamar hotel. Jika tidak jauh-jauh hari booking, dipastikan bakal tidak dapat kamar hotel. Itulah kondisi Makkah saat Ramadan. Lebih ramai melebihi haji. Harga kamar hotel pun jadi melambung tinggi.*** (sat/bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here