Warem Maron Diduga Buka Praktik Prostitusi Siang Hari

1102

MAGETAN – Warga Desa Maron, Karangrejo, Magetan, resah. Terutama yang tinggal di sekitar warung remang-remang (warem) pinggir Jalan Raya Maospati-Ngawi. Itu setelah petugas satpol PP dan Damkar Magetan menemukan pekerja seks komersial HIV/AIDS. ‘’Takutnya di situ juga ada yang kena HIV/AIDS,’’ kata salah seorang warga setempat, sebut saja Cecep, Rabu (1/8).

Menurut dia, di warem itu ada beberapa perempuan yang berpraktik prostitusi. Dia juga menyebut ada warga setempat yang pernah ”jajan” ke tempat yang cukup jauh dari permukiman warga itu. Sehingga, dikhawatirkan mereka tertular HIV/AIDS.  ‘’Rata-rata PSK-nya bukan warga daerah sini,’’ ujarnya.

Karena itu, dia dan warga setempat mendesak pihak terkait menutup warem tersebut. Sebenarnya, jika dibandingkan dengan warem di Desa Malang dan Kelurahan Maospati, di Maron lebih kecil. Namun, warung itu juga beroperasi siang hari. ‘’Biasanya yang mampir itu sopir truk,’’ ungkapnya.

Sejatinya, warung esek-esek itu sudah pernah ditutup. Namun, pemiliknya nekat buka lagi. Bahkan,  pemiliknya sempat diamankan lantaran warga yang geram melaporkan pada petugas berwenang. ‘’Tapi, gak pernah jera. Buktinya, sampai sekarang masih lanjut terus,’’ kesalnya.

Plt Kasatpol PP dan Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi menyebut pihaknya juga membidik warem Maron. Pihaknya juga sudah mengantongi laporan dari warga setempat. ‘’Ke depan kami memang akan menyasar daerah dekat perbatasan dengan Kabupaten Ngawi itu,’’ janjinya.

Laporan warga menyebutkan, ada sekitar 12 PSK yang mangkal. Tidak hanya malam, tapi juga siang hari. ‘’Kami akan kirim anggota untuk cek kondisi lokasi, setelah itu kami akan tentukan waktu untuk operasi. Secepatnya,’’ tegasnya tanpa menyebut kapan waktunya dengan alasan takut bocor. (mg4/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here