Wali Kota Langsung Gelar Rapat Terbatas

47

MADIUN – Rentetan aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo menyulut keprihatinan. Warga Kota Madiun harus tetap solid, waspada, dan tidak dengan mudah terprovokasi aksi biadab pelaku terorisme. Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR) memastikan situasi di Kota Pesilat -julukan Kota Madiun- tetap kondusif. ’’Atas nama wali kota dan pemerintah kota, kami prihatin. Namun demikian, kami imbau pada masyarakat untuk senantiasa waspada,’’ tutur SR, Senin (14/5).

SR mengaku prihatin dengan aksi yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo. Rentetan bom bunuh diri yang dilakukan para pelaku teror hanya dalam waktu dua hari membuat peristiwa itu menjadi perhatian dunia. Tak dimungkiri juga menjadi perhatian warga Kota Madiun. SR meminta seluruh elemen warga di Kota Madiun bisa menyikapi peristiwa itu dengan bijak. Intinya, jangan mudah terprovokasi. ’’Tapi di satu sisi, juga perlu untuk senantiasa waspada,’’ terangnya.

Menurut SR, rentetan serangan di Surabaya dan Sidoarjo tidak dapat dibenarkan. Termasuk, aksi terorisme dan radikalisme di mana pun. Pasalnya, tidak sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia yang mengedepankan nilai sesuai ajaran agama dan kepercayaan. SR meminta warga untuk tetap solid dan waspada. Kemarin pagi, SR sempat mengumpulkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) terkait insiden teror di Surabaya dan Sidoarjo. ’’Saya perintahkan semua pihak terkait turun ke bawah, semua elemen,’’ ujarnya.

SR menyebut, pihaknya perlu memastikan kondusifitas hingga di tingkat terbawah. Hal itu tidak hanya menjadi kewajiban bakesbangpol maupun satpol PP. Pemerintahan kecamatan hingga kelurahan ikut memegang peranan penting. Koordinasi tiga pilar bersama jajaran kepolisian dan TNI wajib terjalin erat. Termasuk dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. ’’Koordinasi tiga pilar harus terjali erat sampai ke bawah. Semua elemen harus terlibat dalam membangun dan menjaga suasana kondusif di Kota Madiun,’’ tegas SR.

Hingga kemarin siang, data yang berhasil diungkap Polda Jatim menyebut total korban jiwa rentetan bom di Surabaya dan Sidoarjo mencapai 17 orang. Termasuk aksi teror kemarin pagi di Mapolrestabes Surabaya. Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu ikut memastikan situasi di wilayah yang dipimpinnya aman terkendali. Masyarakat tidak perlu khawatir dan diharap untuk tetap melaksanakan aktivitasnya seperti biasa. ’’Polri tetap melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,’’ jelasnya.

Namun demikian, Nasrun berpesan kepada seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu membahu menjaga kondusifitas yang sudah berjalan sejauh ini. Dia juga meminta kepada masyarakat untuk proaktif memberi informasi jika menemukan adanya hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar. Senada dengan SR, Nasrun juga mengimbau kepada jajaran babinkamtibmas dan babinsa untuk senantiasa merapatkan barisan koordinasi dengan para pemangku wilayah. ’’Sejauh ini, koordinasi itu sudah berjalan dengan baik,’’ kata Nasrun.

Usai aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo, banyak pihak ramai-ramai mendesak DPR RI untuk segera merampungkan revisi atas Rancangan Undang Undang (RUU) Tindak Pidana Terorisme. Desakan serupa turut mencuat dari Gedung Perintis –julukan gedung DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Istono melayangkan permintaan kepada DPR RI untuk segera menuntaskan RUU tersebut. ’’Sebagai kepanjangan tangan kami di pusat, ya mohon ada perhatian khusus. Tentu DPR RI harus peka lah dengan kejadian seperti ini,’’ kata Istono.

Istono mengutuk aksi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo. Menurutnya, menghilangkan nyawa seseorang atas alasan apa pun sangat tidak manusiawi. Dia meminta warga Kota Madiun untuk tidak gaduh. Sebaliknya, perlu untuk tenang namun waspada. Gejala sekecil apa pun harus disikapi dengan bijak. ’’Jangan menggampangkan. Baru ketika sudah ada masalah baru mencari siapa benar dan salah. Saya yakin masyarakat Kota Madiun tidak seperti itu,’’  ujarnya.

Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Sebab, aparat keamanan melakukan pengamanan maksimal. Termasuk di Terminal Purbaya dan Stasiun Madiun. Kepala Terminal Purbaya Hari Suhardono mengatakan, ada imbauan dari Kemenhub untuk memperkuat keamanan. Dengan terus mengawasi pergerakan dan pelayanan masyarakat di lingkup terminal. ’’Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan, diminta untuk tetap  berkoordinasi dengan Polri. Sudah diberlakukan sejak hari ini (kemarin, Red),’’ paparnya.

Hal yang sama juga dilakukan di Stasiun Besar Madiun. Petugas keamanan rutin memantau aktivitas para calon penumpang. Barang bawaan penumpang tak luput diperiksa. Pemeriksaan ketat mulai diberlakukan sejak Minggu. Pun, pihak kemanan stasiun berupaya agar kegiatan itu tidak terlihat mencolok. ’’Kami lebih menyiapkan pengaman tertutup, membaur dengan penumpang,’’ jelas Manajer Humas KAI Daop VII Madiun Supriyanto.

Sementara itu, Minggu malam (13/5), sekitar seratus orang sengaja berkumpul di selatan alun-alun Kota Madiun. Mereka menggelar aksi solidaritas terhadap para korban tragedi Rutan Mako Brimob dan bom bunuh diri Surabaya.

Aksi bertajuk Madiun Cinta Damai yang diikuti tokoh dan umat lintas agama tersebut diawali dengan doa bersama. Lalu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan meneriakkan slogan-slogan perang terhadap terorisme. Setelah itu, menyalakan lilin sembari membubuhkan tanda tangan di atas spanduk raksasa berisi pesan-pesan perdamaian. ‘’Warga secara spontan baca puisi serta bawa karangan bunga dan spanduk,’’ kata Tommy Nugroho, koordinator aksi.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Madiun Muhammad Dahlan mengatakan, aksi damai itu sekaligus untuk mengingatkan masyarakat agar selalu waspada. ‘’Ternyata keadaan yang tenang-tenang saja bisa terjadi pengeboman,’’ tuturnya sembari mengutuk serangkaian aksi terorisme di Surabaya.

Bagaimana hubungan antarumat beragama di Kota Madiun? Menurutnya, sejauh ini berjalan baik dan terus ditingkatkan. Hal itu tak lepas dari intensitas dialog maupun silaturahmi dengan lembaga keagamaan. ‘’Menjaga hubungan antarumat beragama dengan baik, saling tolong-menolong, menghargai, sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain,’’ bebernya.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu memberikan apresiasi positif terhadap aksi damai tersebut. Di sisi lain, dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada. (naz/mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here