Wali Kota dan Forkopimda Salat  Id di Masjid Agung

131

MADIUN – Masjid Agung Baitul Hakim bisa menjadi salah satu pilihan tempat bagi masyarakat dalam melaksanakan salat Idul Fitri 1439 H atau salat Id besok (15/6). Salat Id di masjid terbesar di Kota Madiun itu rencananya diikuti Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR), Wakil Wali Kota Madiun (Armaya), dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). ’’Salat Id pemkot dan jajaran forkopimda setiap tahun dilaksanakan di Masjid Agung,’’ kata Kabag Perekkesra Setda Kota Madiun Hidayat.

Hidayat mengungkapkan, pelaksanaan salat Id tahun ini tidak ada bedanya dari tahun-tahun sebelumnya. Rangkaian kegiatan pemkot pada hari H Idul Fitri esok juga sama. Diawali dengan salat Id di Masjid Agung. Imam pada salat Id besok yakni Ustad Faturrohman atau akrab disapa Gus Mamang dari Ponpes Riyadlul Jannah di Jalan Jambu. Sementara yang menjadi khatib yakni Muh. Fuad Hariri dari Ponpes Gading, Manguharjo.

Salat Id akan dimulai pukul 06.30. Masyarakat diimbau untuk datang lebih dini, paling lambat pukul 06.00, agar bisa nyaman menunggu pelaksanaan salat Id. Mengingat animo masyarakat yang ingin melaksanakan salat Id di Masjid Agung cukup tinggi. Di samping itu, Hidayat mengimbau datang lebih awal agar masyarakat bisa menyempatkan diri menyerukan takbir sebelum menunaikan salat Id. ’’Untuk antisipasi bisa datang pukul 06.00 atau bahkan 05.30. Supaya bisa takbiran sekalian,’’ ujarnya.

Pun, tidak perlu khawatir jumlah jamaah membeludak hingga tidak mendapatkan tempat. Pihak takmir masjid mempersiapkan halaman masjid dan jalan alun-alun barat untuk salat para jamaah. Termasuk di halaman alun-alun. ’’Kapasitas masjid dua ribu orang. Oleh panitia dipersiapkan tempat sampai ke jalan dan alun-alun. Jadi, tidak perlu khawatir. Cukup membawa alas sajadah untuk salat,’’ terang Hidayat.

Usai salat Id, SR masih punya agenda lain. Yakni, menggelar open house di rumah dinasnya di Jalan Pahlawan. Di sana, rencananya Wawali Armaya, Penjabat Sekda Rusdiyanto, serta Ketua DPRD Istono ikut hadir menyapa masyarakat di hari kemenangan. Halalbihalal antara eksekutif dan legislatif baru akan dilaksanakan pada hari pertama masuk kerja pada Kamis mendatang (21/6) di halaman balai kota. Sementara, halalbihalal bersama jajaran TNI Polri baru digelar Senin (25/6). ’’Dilanjutkan esok harinya (26/6) halalbihalal bersama organisasi wanita,’’ lanjutnya.

Sementara, Muhammadiyah menentukan jatuhnya 1 Syawal pada 15 Juni 2018. Penentuan ini ditetapkan berdasarkan hisab. ’’Hilal hari ini (kemarin, Red) jatuh di Jogjakarta di antara 6,34 sampai 7,4,’’ ujar Sutomo, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun.

Sementara itu, satu Arafah jatuh pada 22 Agustus mendatang. Tomo menjelaskan ada beberapa titik tempat salat Id untuk warga Muhammadiyah. Seperti Islamic Centre di Jalan Sumatera, halaman depan Stadion Wilis, halaman parkir Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah, Masjid Darussalam di Jalan Soekarno Hatta, Lapangan Gulun, Lapangan Mojorejo, dan Masjid Al-Ikhlas di Jalan Sulawesi.

Dalam salat Id 1439 Hijiriah ini, Muhammadiyah akan mengusung tema kemajuan. Ini dimaksudkan agar seluruh umat Islam mengalami kemajuan di segala bidang. Pun, kemajuan ini harus diiringi toleransi antarumat beragama.  ’’Perbedaan harus kita hadapi dengan damai, kita ciptakan hidup rukun, apalagi dengan saudara sesama muslim,’’ tuturnya.

Sutomo berharap, Lebaran tahun ini akan disyukuri oleh umat Islam. Muhasabah atau instrospeksi diri terus dilakukan. Dengan masuknya bulan Syawal ini diharapkan dapat meningkatkan iman dan takwa seluruh umat muslim. ’’Lebaran kembali suci, harus meningkatkan semangat ibadah,’’ tegasnya. (ti5/naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here