Pasar Somoroto Terbengkalai, Progres Baru 77 Persen

230

PONOROGO – Nasib para pedagang Pasar Somoroto lebih nelangsa dibanding pedagang Pasar Legi Songgolangit serta pasar eks pengadilan dan stasiun. Hingga kemarin (3/1) ratusan pedagang di pasar terbesar di Kauman itu masih terlunta. Mereka hanya berjualan di sekitaran pasar yang kini tengah dibangun ulang (rebuild) tersebut. Proyek gagal tuntas di akhir tenggat waktu.

‘’Masih banyak bagian pekerjaan dengan bobot besar yang belum terselesaikan,’’ kata Kundrat Mantolas, ketua Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Ponorogo, kemarin.

Rabu lalu (2/1), Kundrat dan timnya sempat meninjau nasib proyek senilai Rp 5,3 miliar tersebut. Laporan konsultan pengawas proyek itu, progres pembangunan Pasar Somoroto tertahan di angka 77 persen. Pengamatan TP4D di lapangan, banyak pekerjaan berbobot besar yang urung diselesaikan PT Anggaza Widya Ridhamulia sampai akhir tenggat waktu. Meliputi finishing dinding serta bagian dalam los pasar. ‘’Mekanikal elektrikal juga belum dikerjakan. Padahal, material sudah on site,’’ ujarnya.

TP4D mendapat penjelasan dari pelaksana jika mereka terbatas waktu. Proyek memang terlambat dimulai. Ketika sejumlah proyek pasar lain dikerjakan 120 hari, proyek Pasar Somoroto hanya punya waktu 60 hari. Pun, cuaca menjadi kendala pelaksana di lapangan. Namun, lanjut Kundrat, berbagai alasan itu tidak menghambat penjatuhan sanksi. Dia menegaskan, perseroan asal Surabaya itu dijatuhi denda terhitung 31 Desember. ‘’Denda dihitung per hari, mengacu nilai keseluruhan kontrak,’’ tuturnya.

Show cause meeting (SCM) sudah digelar hingga dua kali menyikapi keterlambatan menjelang deadline akhir bulan lalu. Namun, senyatanya tak mampu mengurai keterlambatan progres pembangunan pasar. Pihaknya dan pejabat pembuat komitmen (PPK) lantas menggelar rapat evaluasi. Berdasar penilaian PPK, rekanan dianggap sanggup menuntaskan proyek. ‘’Diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan. Sesuai aturan, maksimal 90 hari, tapi disepakati maksimal 8 Januari,’’ sebutnya. ‘’Juga harus ada perpanjangan jaminan pelaksanaan dan denda yang berlaku per hari,’’ imbuh Kundrat.

Jika tetap gagal menuntaskan proyek pada 8 Januari, pelaksana bakal diputus kontrak. Tak hanya itu, mereka juga terancam masuk daftar hitam alias blacklist. ‘’Kalau tidak selesai, rekanan diputus kontrak,’’ tegas kasi Intel Kejari Ponorogo itu.

Kemarin, awak media juga berupaya mengonfirmasi nasib proyek Pasar Somoroto ke Kepala Disperdakum Addin Andanawarih. Namun, ketika coba dihubungi melalui telepon dan pesan WhatsApp, tidak ada respons darinya.

LIMA HARI HARUS JADI

  • 77 persen progres per deadline PHO 30 Desember
  • Kekurangan :
    • Finishing dinding dan bagian dalam los pasar
    • Mekanikal elektrikal
  • Denda berlaku mulai 31 Desember
  • Evaluasi PPK dan TP4D, diberi toleransi perpanjangan waktu sampai 8 Januari
  • Lewat 8 Januari, pelaksana diputus kontrak dan terancam blacklist
  • Sudah dua kali digelar show cause meeting (SCM)
  • Rp 5,3 miliar biaya proyek rebuild Pasar Somoroto
  • pelaksana proyek : PT Anggaza Widya Ridhamulia

(diolah dari berbagai sumber)

(naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here