Wakili Karang Taruna, Khoirul dkk Berguru Ilmu Kerajinan ke Jogja

61

MADIUN – Kesempatan berharga didapat Khoirul Aspanuri dan dua rekannya. Selama tiga pekan, mereka yang mewakili karang taruna Kota Madiun itu mengikuti pelatihan keterampilan membuat kerajinan kayu dan bambu di Jogjakarta.

Potongan limbah kayu jati berbentuk segi empat itu satu persatu ditempel di kerangka cermin. Setelah proses itu selesai, pekerjaan dilanjutkan tahap finishing. Yakni, dicat hingga warnanya mengkilap.

Tahapan itu dilakoni Koirul Aspanuri selama tiga pekan saat mengikuti pelatihan di Balai Besar Kerajinan Jogjakarta. Dia tidak sendiri. Ada Arik Agus dan Joko Waluyo rekannya yang juga berguru ke Kota Gudeg. ‘’Kami mewakili karang taruna Kota Madiun,’’ ujar Koirul.

Selama tiga pekan mengikuti pelatihan di lembaga bawah naungan Kementerian Perndustrian itu Koirul dkk diajari membuat beragam jenis kerajinan berbahan kayu dan bambu. Mulai kursi, meja, hingga tatakan gelas dipelajari di sana. ‘’Saya dan Arik baru pertama itu belajar bikin kerajinan kayu. Kalau Joko punya usaha dekorasi manten, jadi sudah kulino pegang kayu,’’ bebernya.

Selama tiga minggu itu Koirul dkk diberi materi dan praktik berbeda. Pekan pertama membuat kerajinan kayu, selanjutnya bambu, dan terakhir mengolah limbah kayu dengan teknik laminasi. ‘’Untuk kayu bahannya adalah akasia. Sedangkan yang jenis limbah ada jati londo, mahoni, sengon, dan jati,’’ ungkapnya.

Dari semua yang diajarkan, paling sulit adalah menyulap kayu dan bambu menjadi kursi. Membutuhkan kesabaran dan ketelatenan tinggi. Ukurannya lubang-lubangnya pun harus presisi. ’’Kalau kebesaran kursinya bisa goyang, kalau kekecilan nggak  bisa masuk,’’ ucapnya.

Sepulang pelatihan dari Jogjakarta, mereka diiwajibkan menularkan pengetahuan dan praktik yang sempat dilakoni ke para anggota karang taruna di Kota Madiun. ‘’Kami dengar dinas sosial akan memberi bantuan peralatan,’’ ujarnya. ***(isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here