Wakapolda Apresiasi Penutupan Produksi Arak Kerek

131

NGAWI – Tamatnya riwayat arak Kerek terus menjadi sorotan. Terutama terkait nasib 76 kepala keluarga (KK) Dusun Poncol, Desa Kerek, yang selama ini memproduksi minuman keras (miras) tersebut. Meski begitu, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo memberikan apresiasi atas keberanian Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu. ’’Pemberantasan miras mestinya tidak hanya di hilir, yang di hulu (produsen, Red) juga harus dihantam,’’ ujar wakapolda usai menunaikan salat Jumat (4/5) di Mapolres Ngawi.

Widodo mengungkapkan, miras dan narkoba merupakan masalah universal. Yakni, bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian untuk memberangusnya. Melainkan masalah yang mesti ditanggung seluruh lapisan. Tidak terkecuali masyarakat di dalamnya. Ya, keikutsertaan masyarakat dalam memberantas peredaran miras disebutnya sebagai salah satu faktor penting tercapainya tujuan. ’’Kami di depan, masyarakat juga harus mendukung,’’ tegasnya.

Kiranya Widodo tidak ingin kasus-kasus miras maut terjadi di wilayah hukumnya. Itu dibuktikan dengan pemberantasan miras secara besar-besaran di Jawa Timur. Selain di Ngawi yang menutup home industry arak Kerek, Widodo memerinci beberapa wilayah yang menerapkan penertiban serupa. Antara lain di Sidoarjo, Surabaya, Banyuwangi, dan Tuban yang disembunyikan di hutan sudah dibongkar semua. ’’Sudah dilakukan pemusnahan, baik di polres-polres maupun di Polrestabes Surabaya,’’ ungkap Widodo.

Dia mengimbau agar masyarakat benar-benar menanamkan prinsip bahwa miras adalah musuh bersama. Itu tidak lepas dari dampak negatif yang diakibatkan. Orang-orang yang masih doyan mengonsumsi barang haram tersebut, lanjut Widodo, merupakan manusia konyol. Bagaimana tidak, sudah tahu berbahaya masih saja mengonsumsinya. ’’Mati konyol itu namanya,’’ tegasnya.

Maka dari itu, kata Widodo, peran aktif masyarakat amatlah penting dalam pemberantasan miras. Dia mafhum, bukan segampang mebalikkan telapak tangan dalam menangani penyakit masyarakat yang satu ini. Oleh karenanya, upaya penumpasan miras tetap membutuhkan proses bertahap. ’’Target zero miras, butuh waktu untuk itu. Setidaknya dikikis habis, jadikan semangat narkoba maupun miras sebagai musuh bersama,’’ ujarnya. (mg8/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here