Wajib Santun di Kota Pendekar! Ribuan Suporter Persis Ngeluruk Kota Madiun

126

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Laga klasik bertajuk Derby Mataram antara Persis Solo melawan PSIM Jogjakarta di Stadion Wilis sore ini (16/8) digelar tanpa penonton. Keputusan ini diambil mempertimbangkan besarnya animo suporter serta kapasitas Stadion Wilis yang dikhawatirkan tak mampu menampung pendukung.

Keputusan ini didapat setelah pihak manajemen Persis beserta panitia pelaksana (panpel) pertandingan menggelar koordinasi dengan seluruh aparat keamanan di Polres Madiun Kota Kamis (15/8). Berdasarkan rapat tersebut, Polres Madiun Kota tetap mengizinkan laga Persis kontra PSIM digelar di Stadion Wilis. Namun, tanpa penonton.

Ada sejumlah alasan yang membuat pertandingan harus digelar tanpa penonton. Pertama, faktor keamanan. Laga tersebut berpotensi chaos. Pertimbangan lainnya, pertandingan itu disiarkan langsung oleh televisi nasional. Sehingga pendukung kedua tim, yakni Pasoepati-Surakartans dan Brajamusti-The Maident, bisa menyaksikan secara langsung pertandingan melalui layar kaca. ’’Tanpa penonton,’’ tegas Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu.

Kondisi ini jelas tak menguntungkan Persis. Sebab, Laskar Sambernyawa –julukan Persis– membutuhkan tambahan motivasi demi meraih kemenangan agar bisa merebut capolista Liga 2 wilayah timur. Saat ini, posisi Persis berada di peringkat ketiga dengan hanya terpaut dua poin dari sang rival, PSIM, yang bertengger di puncak klasemen sementara.

Di sisi lain, sekitar 9.000 Pasoepati memastikan tetap ngeluruk ke Kota Madiun untuk mendukung Nanang Asripin dkk. Mereka berangkat dikoordinir menggunakan 17 kendaraan bus. Tetapi, itu belum termasuk mereka yang berangkat naik kereta dan sepeda motor. Serta ribuan Surakartans lainnya. ‘’Kami akan all-out ke sana (Madiun, Red),’’ kata Presiden Pasoepati Aulia Haryo.

Pihaknya juga meminta seluruh suporter tidak berbuat onar ketika berada di dalam dan luar Stadion Wilis. Karena dianggap bisa merusak citra suporter dan Persis Solo. ’’Memang sampai saat ini (kemarin, Red) izin itu tidak berubah. Bahkan, hasil koordinasi dengan pihak kepolisian dan panpel, kami boleh masuk dengan full atribute,’’ ujarnya.

Jawa Pos Radar Madiun sempat kembali menanyakan kepastian laga itu tanpa atau dengan penonton kepada Kasatintelkam Polres Madiun Kota AKP Sumono. Dia menyatakan bahwa laga Persis kontra PSIM memang dilangsungkan tanpa penonton.

Terkait ribuan suporter yang nekat datang ke Kota Madiun, pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut ke Kabag Ops Kompol Gatot Sudiyoto. ’’Kalaupun suporter tetap nekat masuk, tinggal panpel nanti yang menentukan. Tapi, sejak awal kami sudah menyatakan pertandingan digelar tanpa penonton,’’ terangnya.

Terpisah, Wali Kota Madiun Maidi meminta para suporter Persis yang ingin menyaksikan Derby Mataram di Stadion Wilis agar tetap tertib dan santun. Pihaknya tak segan-segan mencabut izin pemakaian stadion ketika ada kerusakan dan kesan mengganggu kenyamanan masyarakat Kota Madiun. ‘’Suporter yang baik itu tentu harus santun. Apalagi, mereka di kota orang,’’ katanya.

Sementara itu, pada laga sore nanti, PSIM tak diperkuat dua pemain utama mereka. Yakni, Raphael Maitimo dan Achmad Hisyam Tolle. Raphael Maitimo absen karena menjalani hukuman tambahan seusai menerima kartu merah di pertandingan melawan Sulut United. Sedangkan Achmad Hisyam Tolle menjalani hukuman akumulasi kartu.

Sedangkan dari kubu Persis Solo, asisten pelatih Choirul Huda menyatakan kesiapan timnya menghadapi PSIM. Sekalipun pihaknya harus merugi karena dalam pertandingan Derby Mataram itu para pemain tidak mendapat dukungan secara langsung dari Pasoepati dan Surakartans. ‘’Tapi, apa pun itu, kami akan berusaha memberikan hasil yang maksimal,’’ tekannya. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here