Wajah-Wajah Baru Dominasi Gedung Taman Praja

1836

MADIUN – Siapa saja calon anggota legislatif (caleg) yang berpeluang duduk di kursi DPRD Kota Madiun sudah kentara. Berdasar hasil sementara litbang Radar Madiun, PDI Perjuangan berpotensi menempatkan paling banyak kadernya menjadi anggota dewan periode 2019-2024, dengan perolehan tujuh kursi.

Mereka yang diprediksi lolos ke gedung Taman Praja –sebutan gedung DPRD Kota Madiun- adalah Ihsan Abdurrahman Siddiq dan Gandhi Hatmoko dari daerah pemilihan (dapil) Kota Madiun 1 (Kartoharjo). Kemudian, Sutardi dari dapil Kota Madiun 2 (Taman A). Dodik Danang Setiawan dan Gaguk Gendroyono dari dapil Kota Madiun 3 (Taman B). Serta Dwi Djatmiko Agung Subroto dan Andi Raya BMS, dapil Kota Madiun 4 (Manguharjo).

Dengan demikian, raihan kursi PDIP tersebut meningkat dibandingkan perolehan mereka pada saat pemilu 2014 lalu. Saat itu, partai berlambang banteng moncong putih tersebut mendapatkan enam kursi dengan menempatkan satu kadernya sebagai wakil pimpinan DPRD. ’’Seluruh hasil perhitungan suara cepat (quick count) dimungkinkan masih bisa berubah. Penentuan berdasar hasil rekapitulasi KPU Kota Madiun,’’ kata Direktur Eksekutif Center for Political Communication Studies (CPCS), Tri Okta Sulfa Kimiawan kemarin (19/4).

Perolehan kursi terbanyak kedua berpeluang didapat PKB dan Demokrat dengan mendulang empat kursi. Adapun kursi dari PKD bisa didapat Ngedi Trisno Yhusianto (Kartoharjo), Agus Wiyono (Taman A), Suyarto (Taman B), dan Erlina Susilorini (Manguharjo). Sedangkan, kursi parlemen dari Demokrat berpotensi diperoleh Istono (Kartoharjo), Sugeng (Taman A), Djoko Wahardi (Taman B), serta Ismiati (Manguharjo).

Hanya perolehan kursi Demokrat itu turun dibanding pada saat pemilu lima tahun lalu. Saat itu, partai berlambang bintang mercy tersebut mendominasi parlemen dengan perolehan tujuh kursi. Sementara, raihan kursi PKB tetap. ’’Dengan demikian, terjadi pergeseran kekuasaan di DPRD Kota Madiun untuk periode 2019–2024,’’ ungkap dosen ilmu komunikasi Universitas Bung Karno itu.

Terpisah, Pengamat politik lokal dari Universitas Merdeka (Unmer) Madiun Mudji Raharjo menambahkan, pergeseran kekuatan politik itu dinilai lumrah. Karena masyarakat menganggap partai tersebut bisa memperjuangkan nasib mereka. ’’Apalagi, di tingkat pusat partai yang sama menjadi penguasa,’’ ujarnya.

Mudji juga tak menampik pada pemilu 2019 muncul wajah baru calon anggota DPRD Kota Madiun. Seperti Ihsan, Gandhi, Sutardi dan Dodik dari PDIP. Kemudian, Dedi Tri Arifianto (Golkar), Hari Santoso-Sudjarno (Perindo), Nur Salim-Indah Sat Rachmaniati (PKS), Slamet Hariyadi (Gerindra), Satriyo Bagus Wicaksono (Nasdem), Sugeng-Ismiati (Demokrat), Agus Wiyono-Suyarto (PKB), serta Y Rudy Wisnu Wardhana-F Bagus Panuntun (PSI). ’’Diharapkan mereka yang baru ini nantinya bisa membawa aspirasi masyarakat,’’ ungkapnya.

Selain itu, Mudji mengharapkan bagi para wajah baru calon anggota DPRD Kota Madiun tersebut mampu memberikan peran besar bagi pembangunan daerah. Jangan sampai mereka hanya datang, duduk, diam, tanpa tahu apa yang harus diperbuat. ’’Ini yang menjadi penting. Karena mereka dipilih oleh rakyat. Sehingga, sepatutnya mereka harus mampu memperjuangkan nasib rakyat. Tentunya mereka bisa belajar dan mengikuti ritme para anggota DPRD petahana yang berpeluang terpilih kembali,’’ paparnya. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here