Waduk Wonodadi Terkendala Pembebasan Lahan

137

PACITAN – Pemkab Pacitan wajib bersabar. Mimpi untuk segera memiliki waduk baru di wilayah timur dipastikan molor. Sebab, tahun ini pemerintah pusat menunda mengganggarkan proyek pembangunan Waduk Wadah di Dusun Wadah, Klepu, Sudimoro, Pacitan. Kendalanya, proses pembebasan lahan. ‘’Pemerintah pusat trauma. Sudah dialokasikan (anggaran) tahun 2018, ternyata ada kendala,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten (DPUPR) Pacitan Budiyanto kemarin (11/2).

Pun progresnya tersendat di detail engineering design (DED). Studi kelayakan atau feasibility study beberapa waktu lalu telah rampung. Namun, terbentur keberatan warga. Sehingga proses DED mandek. ‘’Kami kurang tahu detailnya. Masih mencukupi kekurangan data DED dan ada beberapa titik yang belum diselesaikan pengeborannya. Ini jadi kendala hingga kajian terhambat,’’ ujar Budi.

Keterlambatan tersebut otomatis memengaruhi pengerjaan proyek pembangunan waduk ke depan. Pun pemerintah pusat menunggu Pemkab Pacitan terkait proses pembebasan lahan. Sementara pemkab masih menanti aspirasi masyarakat akan kelanjutan proses pembebasan. ‘’Harapan kami warga Dusun Wadah lebih welcome agar mendorong kelancaran pembangunan bendungan itu. Sebab, pengerjaannya butuh tiga sampai empat tahun,’’ jelasnya.

Padahal, lanjut Budi, pembangunan waduk tersebut amat ditunggu-tunggu. Keberadaannya bakal dirasakan masyarakat hingga wilayah Lorok Raya (Sudimoro, Ngadirojo, Tulakan). Itu jika dilihat dari ukuran waduk yang tiga hingga empat kali lebih besar dibanding Waduk Tukul di Karanggede, Arjosari. Diperkirakan daya tampung mencapai 80 juta meter kubik air. ‘’Harapannya sektor pertanian bakal berkembang pesat dan ketersediaan air saat musim kemarau aman,’’ ucapnya.

Dia menyatakan, wacana pembangunan waduk ini sudah lama digulirkan. Sebab, termasuk dalam program strategis nasional dan rencana program jangka menengah nasional (RPJMN). Hanya, sempat terjadi pro-kontra di masyarakat setempat. Sehingga, pembangunan tak kunjung terealisasi. ‘’Ini bagian dari dinamika. Tapi, tahapan studi-studi sudah kami lakukan. Namun, pemahaman kami dengan masyarakat setempat masih perlu ditingkatkan,’’ terang Budi. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here