Waduk Tukul Lemot, Pemkab Waswas Banjir

193

PACITAN – Progres pekerjaan proyek pembangunan Waduk Tukul lemot. Hingga kini masih sekitar 71 persen. Padahal, musim penghujan segera tiba. Sehingga, diperkirakan bakal jadi hambatan untuk mengejar progres. Itu hasil penilaian Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) saat meninjau lokasi belum lama ini. ‘’PT Brantas Abipraya selaku pelaksana dinilai lamban. Meski progres secara administrasi mungkin tepat waktu,’’ kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Pacitan Joni Maryono, Jumat (28/9).

Menurut dia, proyek fisik idealnya dikebut saat musim kemarau. Itu lantaran pada musim penghujan pekerjaan tidak bisa maksimal. Sehingga, banyak pekerja menganggur. Akibatnya, biaya ekstra lebih tinggi. ‘’Mudah-mudahan mereka tidak seteledor itu. Kalau tidak dilakukan percepatan bisa jadi dampaknya banjr,’’ ujarnya.

Namun, Pemkab Pacitan tidak bisa mengintervensi pekerjaan tersebut. Sebab, proyek senilai Rp 657 miliar tersebut milik pemerintah pusat yang dibiayai APBN. Pihaknya hanya bisa mendorong melalui berbagai pihak. Termasuk, ketika ada kunjungan anggota DPR RI atau Kementerian PUPR dan lainnya. ‘’Harapan kami segera selesai.  Sehingga, pemanfaatan dan kemanfaatan bendungan bisa segera dirasakan masyarakat,’’ ucapnya.

Menurut dia, manfaat Waduk Tukul tidak hanya sektor perikanan dan pertanian, tapi juga pariwisata dan lainnya. Pun cadangan air baku untuk kebutuhan air minum. Lokasi Waduk Tukul di ketinggian diperkirakan bakal mengurangi biaya pemeliharaan. Pasalnya, tidak perlu peralatan khusus untuk mengalirkan ke rumah atau tempat usaha warga. Namun, cukup pipanisasi. ‘’Cukup memanfaatkan gravitasi, bisa efisiensi anggaran dalam jumlah besar,’’ bebernya.

Diberitakan sebelumnya, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Harry Suprayogi meminta PT Brantas Abipraya (Persero) melakukan percepatan proyek pembangunan Waduk Tukul di Desa Karanggede, Arjosari. Instruksi tersebut diberikan mengingat musim kemarau segera berakhir. Dia tidak ingin pekerjaan molor melebihi kontrak kerja November 2019 tahun depan. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here