Waduk Tukul Beroperasi Dua Tahun Lagi

179

PACITAN – Pantas saja dinas pendidikan (dindik) dan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Pacitan tidak bergerak. Ternyata, rencana relokasi SMPN 4 Arjosari dan SDN 2 Karanggede yang terdampak megaproyek pembangunan Waduk Tukul tidak mendesak.

Apalagi, rencana pengoperasian waduk tahun ini pun dipastikan mundur. ‘’Tahun 2019 ini (Waduk Tukul, Red.) belum bisa beroperasi karena belum jadi. Sehingga, saat ini (relokasi, Red.) belum mengganggu,’’ kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan III Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Yoga Darmawan kemarin (13/1).

Menurut Yoga, belum direalisasikannya relokasi dua lembaga pendidikan itu akan mengganggu jika waduk mulai diisi. Sebab, dua sekolah tersebut memang berlokasi di kawasan penampungan air. Sedangkan proses pengisian air masih panjang. Sebelum diisi, masih diuji untuk penerbitan sertifikat operasional. ‘’Nanti ada tim dari kementerian. Dicek semua lebih dulu sebelum digenangi,’’ jelasnya.

Bahkan, pengoperasian diperkirakan baru dilakukan dua tahun mendatang. Saat ini, lanjut dia, progres pekerjaan Waduk Tukul sekitar 87 persen. Ditargetkan selesai Juli 2019. Hanya masih ada pekerjaan tambahan. Pun anggarannya kurang. Sehingga, pihaknya masih akan mengajukan anggaran tambahan ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). ‘’Mungkin nanti ada perpanjangan MoU sampai 2021. Tapi ini belum disetujui Jakarta (kementerin, Red), baru diajukan,’’ bebernya.

Yoga menyebut saat ini pembangunan Waduk Tukul telah merampungkan saluran pengelak (diversion tunnel), anak bendungan (coffer dam) dan fondasi bendungan. Sedangkan saluran pelimpah (spillway) dan tubuh bendungan (main dam) bakal menyusul. ‘’Spillway akan diselesaikan tahun ini. Sedangkan main dam menunggu dana dari Jakarta,’’ ungkapnya.

Dia mengungkapkan kondisi topografi Desa Karanggede, Arjosari, Pacitan, lokasi Waduk Tukul, cukup menyulitkan pekerjaan. Sangat terjal dan curam. Sejumlah titik kerap longsor. Kondisi itu membuat pekerjaan harus dilakukan hati-hati. ‘’Tekstur tanahnya berbeda dari yang lain. Harus hati-hati mengerjakannya. Cuma tidak sampai keluar dari skedul,’’ tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, relokasi dua sekolah di Desa Karanggede diperkirakan tidak akan rampung dalam waktu dekat. Hingga saat ini, pembangunan gedung baru belum tergarap. Bahkan, pembebasan lahan pun belum tersentuh. Padahal megaproyek pembangunan Waduk Tukul ditargetkan rampung 2019 ini. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here