Madiun

Waduk Dawuhan Susut Super-ekstrem

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Penyusutan debit air Waduk Dawuhan super-ekstrem. Hanya tersisa 15 persen volume air yang ada. Petani sekitar memanfaatkan lahan waduk yang mengering untuk bercocok tanam. ’’Bisa menambah pemasukan,’’ kata Nur Sholikin, petani setempat.

Nur menyebut, warga menanami lahan waduk dengan tanaman palawija. Seperti jagung, kedelai, kacang, serta sayuran. Ada puluhan dari tiga desa yang memanfaatkan lahan itu. Tekstur tanah yang bagus membuat tanaman bisa tumbuh dengan baik. ’’Daripada petani menganggur, meskipun hanya setahun sekali, sudah berterima kasih,’’ ucapnya.

Dia menerangkan, pemanfaatan lahan waduk untuk bercocok tanam dinilai sangat praktis lantaran dekat dengan sumber air. Di mana untuk mencukupi kebutuhan air untuk tanamannya, para petani tinggal menyedot air dari waduk tanpa harus bersusah payah mencari sumber. Untuk bercocok tanam, masyarakat memang merasa diuntungkan. Sebab, tidak mengeluarkan modal yang cukup banyak. ’’Untuk tanaman jenis palawija tidak memerlukan banyak air dan pupuk,’’ ungkapnya.

Sementara, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Supriyanto menyampaikan bahwa sampai saat ini status kekeringan di wilayahnya masih dirasa normal. Lantaran dari data yang diperolehnya belum ada yang meminta dropping air bersih. ’’Sejauh ini masih siaga, tapi kami sudah persiapkan semua,’’ jelasnya. (mgc/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close