Wacana Kang Woto, Alun-Alun Steril Acara Seremonial

108

MAGETAN – Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Beda pemimpin, beda pula kebijakannya. Bupati terpilih Suprawoto melontarkan wacana alun-alun Magetan steril dari acara yang bersifat seremonial. ‘’Kalau ada acara dialihkan ke lapangan di kecamatan. Tapi, ini baru sebatas wacana. Butuh pembahasan lebih lanjut,’’ kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Rudy Subagyo, Minggu (2/9).

Menurut Rudy, sesuai wacana tersebut, kelak alun-alun hanya digunakan sebagai venue acara-acara formal seperti upacara peringatan HUT RI. Bahkan, sekelas peringatan hari jadi tidak akan digelar di ruang publik tersebut. ‘’Lapangan Kecamatan Nguntoronadi bisa menjadi salah satu opsi,’’ sebutnya.

Sesuai tradisi, peringatan Hari Jadi Magetan selama ini memang selalu digelar di alun-alun. Pasalnya, ada filosofi di dalamnya, yakni supaya masyarakat bisa bertemu langsung dengan rajanya. ‘’Karena kaitannya dengan sejarah, kami butuh konsultasi dulu apakah bisa di luar alun-alun,’’ katanya.

Rudy mengaku bungah jika wacana itu terealisasikan. Sebab, minimnya kesadaran warga kerap membuat pihaknya kelabakan setiap kali digelar acara di alun-alun. Mulai sampah yang berserakan hingga rumput dan pepohonan yang rusak. Disperkim akhirnya harus mengeluarkan biaya lebih untuk mengembalikan kondisi alun-alun seperti sedia kala. ‘’Selesai kegiatan, kondisinya selalu tidak terkontrol,’’ ungkapnya.

Selain memanfaatkan lapangan kecamatan, kata dia, ada venue lain yang bisa dijadikan opsi bagi instansi yang membutuhkan lokasi luas. Di antaranya, GOR Ki Mageti dan Stadion Yosonegoro. ‘’Sehingga alun-alun bisa steril dan kembali ke fungsi awalnya yaitu sebagai taman hiburan keluarga,’’ tuturnya.

Menurut dia, selain memindahkan kegiatan ke lokasi lain, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) alun-alun perlu ditata ulang. Namun, tidak serta merta mengusirnya, melainkan menyediakan lokasi baru. Lokasi itulah yang kini tengah dipikirkan pemkab. ‘’Ke depan kami ingin menampilkan Magetan sebagai kota wisata. Nah, alun-alun harus steril dulu,’’ pungkasnya. (bel/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here