Wabup Sebut Nelayan Malas Kenakan Pelampung

102

PACITAN – Kecelakaan laut di Pantai Ngobyog, Dusun Karangturi, Sumberejo, Sudimoro, Senin lalu (4/3) kembali mencoreng dunia bahari Pacitan. Pasalnya, kejadian serupa acap berulang di wilayah kabupaten tepi Samudra Indonesia tersebut. Pada 2018 lalu misalnya, tercatat enam kejadian. Separo di antaranya melibatkan nelayan.

Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo pun dibuat geram. Dia menyebut, minimnya kesadaran para nelayan mengenakan peranti keselamatan seperti pelampung jadi biang tingginya kecelakaan laut. Padahal, rompi tersebut jadi perlindungan utama di samudra. Buktinya, salah seorang nelayan korban kecelakaan di perairan Karangturi lolos dari maut lantaran mengenakan pelampung dan segera tertolong nelayan lain. ‘’Jadi, harus didorong untuk penggunaan rompi keselamatan ini,’’ katanya kemarin (4/3).

Kondisi tersebut, lanjut Yudi, tak lepas dari kebiasaan para nelayan yang enggan ribet saat melaut. Mereka mengklaim penggunaan rompi  pelampung menyulitkan untuk bergerak. Bahkan, meski telah diperingatkan akan ada cuaca buruk, banyak nelayan yang nekat melaut. Kebutuhan ekonomi jadi penyebab kenekatan mereka mengadu nasib di tengah samudra. ‘’Sudah kita update day per day kondisi cuaca dan kita komunikasikan ke nelayan, tapi ada saja yang tak patuh,’’ sesalnya.

Meski begitu, dia menyebut saat ini tak seluruh nelayan di Pacitan memiliki peranti keselamatan tersebut. Bersama UPT Pelabuhan dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SKP) setempat, pihaknya bakal meningkatkan penggunaan pelampung bagi para nelayan. Tak hanya rompi keselamatan, surat izin berlayar (SIB) juga kerap diabaikan nelayan saat melaut. ‘’Kami harus tingkatkan kepedulian nelayan terhadap diri mereka sendiri, khususnya keselamatan,’’ ujarnya.

Terkait asuransi nelayan terhadap korban laka laut di Sudimoro tersebut, pihaknya belum dapat memastikan. Lantaran tak semua nelayan sudi jadi peserta program pemerintah pusat tersebut. Dia berharap para nelayan jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan maupun asuransi nelayan. ‘’Karena bisa meringankan beban, walaupun semua tak ingin keadaan buruk menimpa,’’ pungkas Yudi. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here