Vita Rampungkan Studi 3,2 Tahun, IPK Tembus 3,85

233

Vita Dwi Sakundiana awalnya berkeinginan masuk UGM Jogjakarta. Namun, nasib berkata lain. UIN Sunan Kalijaga Jogja jadi pelabuhannya. Sempat lesu di awal, berdamai dengan diri sendiri mengantarnya menjadi lulusan tercepat dan terbaik.

BERSERI wajah Vita Dwi Sakundiana dalam sebuah foto wisuda. Mengenakan toga lengkap, selembar kain bertuliskan ‘’Terbaik Tercepat’’ menyelempang di badannya. Lehernya juga tidak ketinggalan berkalung sebuah medali tanda kelulusan. Pun sebuah vandel yang dia sangga dengan tangan kanan. Sementara, foto karikatur dirinya dengan senyum tak kalah lebar dipegang dengan tangan sebelahnya. ‘’Hadiah dari teman kampus,’’ ujarnya.

Rabu 13 Februari lalu, Vita diwisuda. Gelar sarjana resmi disandangnya dari jurusan Hukum Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Gelar wisudawan terbaik dan tercepat semakin menambah semringah warga Dusun Durenan, Desa Munggut, Kedunggalar, tersebut. Dia merampungkan studinya selama tiga tahun, dua bulan, 19 hari, angkatan 2015. Pun, IPK-nya tembus 3,85. ‘’Rencananya mau lanjut S2,’’ ujar Vita.

Vita awalnya bermimpi kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Selepas lulus SMK, sejumlah seleksi masuk ke universitas berjuluk Kampus Biru itu dijajalnya. Mulai SNMPTN, SBMPTN, hingga UM, diikuti. Namun, gagal. ‘’Sempat down juga waktu itu,’’ kata gadis 21 tahun ini.

Vita yang tidak berjodoh dengan UGM lantas ikut seleksi masuk UIN Sunan Kalijaga. Namun, laju semangatnya tidak sekencang seperti saat seleksi di UGM. Vita blak-blakan sempat meremehkan. Saat hari seleksi, dia terlambat masuk ruang tes selama 15 menit. Pun, semalam sebelumnya dia juga tidak membolak-balik buku sama sekali. ‘’Malamnya saya nggak ngapa-ngapain di kos,’’ kenangnya.

Diterima di UIN Sunan Kalijaga, Vita medapat beasiswa peningkatan akademik dari universitasnya pada tahun ajaran 2016/2017. Beasiswa tersebut berhasil didapatkannya setelah di awal sempat setengah hati kuliah. Beberapa kali nasihat orang tua menjadi titik awal kembalinya semangat Vita berkuliah.

Dia tidak tega hati melihat ibu dan ayahnya menjadi sedih lantaran anaknya yang ogah-ogahan berkuliah. ‘’Awalnya pernah ragu juga, bisa di jurusan hukum atau tidak. Soalnya SMK dulu jurusannya komputer,’’ terangnya.

Dari yang setengah-setengah lantaran belum bisa move on dari UGM, Vita bisa berdamai dengan dirinya sendiri bukan tanpa sebab. Di awal-awal mengenakan almamater UIN Sunan Kalijaga, dia sengaja menjajal kemampuan diri sendiri. Vita yang kala itu tidak memiliki latar belakang hukum mengikuti debat hukum di fakultasnya. ‘’Jadi best speaker. Dari situ saya mulai sadar dan bertekad memaksimalkan diri,’’ ucap putri pasangan Niati dan Sugeng Rianto ini.

Wujud tanggung jawab Vita diwujudkan dengan aktif di berbagai kegiatan kampus. Selain itu, dia juga mengejar nilai akademiknya supaya lulus dengan waktu singkat. Sebab, kalau Vita lulus empat tahun saja, biaya administrasi per semester Rp 1 jutaan mesti ditanggungnya. Namun, dengan predikat lulus terbaik tercepat  yang diraihnya, Vita lolos dari biaya tersebut. ‘’Di tingkat universitas, jadi empat besar terbaik tercepat,’’ ujarnya. ***(isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here