Ngawi

Viral! Pindahkan Kerangka Rumah Sendirian dalam Semalam

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Peristiwa ini mengingatkan orang pada cerita rakyat Bandung Bondowoso. Giman, warga Desa Mengger, Karanganyar, berhasil memindahkan kerangka rumah model limasan miliknya ke konstruksi bangunan hanya dalam waktu semalam.

Fenomena itu pun langsung menyebar dan membuat warga berbondong-bondong datang ke lokasi untuk membuktikan kebenarannya. ‘’Tahunya dari medsos (media sosial, Red),’’ kata Bambang Hendra Kusuma, salah seorang pengunjung, Rabu (8/7).

Kepala Dusun Mengger Sudadi menjelaskan, kerangka rumah kayu itu mampu digeser sekitar 60 sentimeter dari tempat semula. Juga terpasang di atas fondasi setinggi kurang lebih 135 sentimeter oleh Giman seorang diri. ‘’Awalnya akan dipindahkan dengan cara gotong royong, tapi warga keberatan karena posisi tengah rumah ada lubang dan terlalu tinggi,’’ bebernya.

Keesokan harinya, warga sekitar kaget setelah mendapati kerangka rumah Giman tiba-tiba telah terpasang pada konstruksinya. ‘’Pemilik rumah menyebut diangkat malam hari bersama anaknya yang masih berumur dua tahun,’’ ungkapnya sembari menyebut Giman merupakan seorang tukang batu.

Di sisi lain, ramainya pengunjung yang datang membawa berkah bagi warga sekitar. Selain membuka jasa parkir, beberapa penduduk setempat sengaja membuka lapak makanan dan minuman. ‘’Baru tiga hari terakhir ramai. Sehari bisa sampai 500 orang,’’ imbuh Sudadi. (mg1/c1/isd)

Berpindah Hanya dalam Satu Jam

BAGAIMANA cara Giman memindahkan kerangka rumahnya ke konstruksi bangunan? Pria itu mengaku awalnya berupaya memindahkan sendiri lantaran warga keberatan karena di dalamnya terdapat lubang. Namun, hasilnya justru miring dan terancam ambruk. ‘’Rencananya (lubang) untuk ruang rahasia,’’ ungkapnya.

Malam harinya, kata dia, terjadi peristiwa di luar nalar. Sekitar pukul 22.00 bersama anaknya yang berusia dua tahun, dia melihat beberapa sosok asing mengangkat kerangka rumahnya. ‘’Kejadiannya sekitar satu jam. Paginya saya juga tidak menyadari dengan apa yang telah saya lakukan malam itu,’’ paparnya.

Siapakah Giman? Pria itu awalnya merantau ke Jakarta pada 1990-an. Saat itu dia bekerja sebagai kuli bangunan. Suatu ketika dia mengenal seorang pemilik toko peralatan listrik hingga akhirnya direkrut menjadi karyawan. ‘’Akhirnya dapat ilmu dan mampu buka toko listrik sendiri,’’ ujarnya.

Sembilan tahun berselang Giman mampu membeli kerangka rumah kayu model limasan seharga Rp 12 juta. Namun, belakangan diketahui sebagian kayunya rusak. ‘’Terpaksa saya jual lagi dan hanya laku Rp 4 juta,’’ kenang pria 47 tahun itu.

Selain mengalami kerugian besar, Giman juga terpaksa mengakhiri bisnis alat listriknya. Setelah itu, dia berjualan minuman keliling di ibu kota. ‘’Hasilnya lumayan. Dari situ pula saya bisa membeli kerangka rumah limasan kembali seharga Rp 23 juta,’’ ungkap Giman.

Nah, bersamaan pandemi Covid-19, pada Maret lalu Giman memutuskan pulang kampung dan membangun rumah yang belakangan viral di media sosial. ‘’Mulai pengerjaan fondasi sampai pagar saya lakukan sendiri,’’ katanya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close