Ponorogo

Viral di Medsos, Perilaku Berkendara Undang Perhatian Nitizen

Perilaku berkendara yang mengundang bahaya viral di media sosial. Video berdurasi 20 detik itu menayangkan pengemudi yang memboncengkan anaknya di keranjang modifikasi untuk mengangkut belanjaan. Polisi telah mendatangi pemilik kendaraan dan memberikan pembinaan.

——

NUR WACHID, Ponorogo 

MOTOR dengan keranjang besi itu terparkir di depan warung. Sore itu, warung di pojokan Jalan Semen Remeng, Kertosari, Babadan itu ramai. Tak seperti biasanya, banyak warga berkerumun hingga lewat maghrib.

Muhammad Khoiril dan Yuli Astuti beserta Muhammad Azam, anaknya di dalam warung. Memperbincangkan Honda Blade AE 2758 VL miliknya yang sempat viral. ‘’Sebenarnya sudah lama saya buat keranjang besi ini. Tapi tidak setiap hari anak tak taruh di keranjang ini,’’ kata Khoiril.

Dalam video yang telah tersebar, ketiganya sedang melintas di Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri. Ketika itu, Khoiril hendak memijatkan anaknya ke Somoroto. Saat hendak melintas di Jembatan Sekayu, ada yang merekamnya dari belakang. Video tersebut kemudian menyebar di media sosial. ‘’Saya malah nggak tahu apa-apa. Tahunya diberi tahu orang-orang yang ada di warung,’’ lanjutnya.

Khoiril menceritakan alasan dan awal mula dia membuat keranjang besi. Semula, itu difungsikan sebagai tempat menaruh barang belanjaan. Namun, anaknya yang hiperaktif tidak bisa diam saat dibonceng. Pun, terkadang minta naik di keranjang belanjaan tersebut. Dari situlah Khoiril menuruti keinginan anaknya. Sehingga keranjang yang semula untuk barang belanjaan dijadikan tempat untuk anaknya. Sedangkan barang belanjaan dipegang Yuli. ‘’Azam kalau punya keinginan tidak bisa dicegah,’’ ucap pria yang sehari-hari jualan di warung tersebut.

Keranjang besi tersebut dibuat Khoiril sekitar dua tahun silam. Menghabiskan biaya Rp 150 ribu. Bahannya dari besi yang kemudian dia bawa ke bengkel las. Keranjang besi itu dapat dibongkar pasang sesuai keinginan. Sebenarnya Azam tidak setiap hari minta duduk di keranjang tersebut. Pun selama ini tidak ada yang berkomentar soal itu. Hanya, beberapa tetangga memang sempat menasehati. ‘’Bukan untuk anak sebenarnya, tapi tempat belanjaan,’’ sambungnya.

Saat Azam duduk di keranjang besi itu, tangan Yuli selalu memegang keranjang. Meskipun keranjang besi tersebut telah kuat terpasang dengan mur di bagian begel sepeda motor. Agar putranya tidak lompat atau berdiri saat perjalanan. Kendati demikian, netizen yang berkomentar soal video tersebut menilai hal itu membahayakan. Karena itu, petugas dari Satlantas Polres Ponorogo bergerak cepat untuk menelusuri pemilik kendaraan. ‘’Petugas tadi datang ke rumah, tapi pas saya nggak ada. Akhirnya ketemuan di warung ini,’’ ungkapnya.

Polisi meminta keranjang besi di sepeda motor itu dicopot. Agar, si anak tak lagi minta duduk di tempat tak biasa tersebut. Keselamatan harus tetap diutamakan. ‘’Sudah kami berikan pembinaan demi keselamatan berkendara di kemudian hari,’’ timpal KBO Satlantas Polres Ponorogo Iptu Yudi Kristiawan. *** (fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close