Video Siswa Kuda-kudaan saat Guru Mengajar Viral di Medsos

962

NGAWI – Dunia pendidikan Bumi Orek-Orek kembali menjadi pergunjingan. Kali ini video kegiatan belajar-mengajar (KBM) di SMK PGRI 8 Ngawi viral di media sosial (medsos). Pasalnya, video berdurasi 30 detik itu menayangkan adegan yang sungguh tak terpuji. Tiga oknum pelajar asyik bermain sendiri hingga terkesan menyepelekan guru saat menjelaskan materi pelajaran.

Wakil Kepala SMK PGRI 8 Ngawi Sumarli membenarkan bahwa aksi tiga oknum pelajar itu terjadi di sekolahnya. Video direkam Rabu lalu (30/1) sekitar pukul 11.00. Perbuatan tak patut dicontoh itu dilakukan Nan, Wan, dan Yar. Sedangkan yang merekam berinisial Pri.

Mulanya Nan dan Wan bermain kuda-kudaan menaiki bangku panjang kayu berdua. Padahal, saat itu seorang guru yang diketahui bernama Masykur tengah serius menerangkan materi. ‘’Pelajar kelas X,’’ kata Sumarli kemarin (31/1).

Aksi yang jauh dari sopan santun tersebut tidak berhenti sampai di situ. Nan dan Wan terus bergurau dan seolah mengejek guru yang berdiri tak lebih dari tiga meter di depannya. Masykur berdiri di depan papan tulis, sementara Nan dan Wan bercanda ria di barisan bangku terdepan.

Tak berselang lama, datang Yar ikut bergabung. Ketiganya lantas menggeser-geserkan bangku seperti sedang menunggangi kuda. ‘’Yang merekam video siswa baru, pindahan. Baru dua hari di sini,’’ ujar Sumarli kepada Radar Ngawi.

Terkait viralnya rekaman tersebut di medsos, Sumarli mengamini bahwa ulah mereka sudah kelewat batas. Kendati demikian, dia mengklaim perbuatan seperti itu baru kali pertama terjadi di sekolahnya. ‘’Gurunya kebetulan tidak ada jam mengajar hari ini (kemarin, Red). Pelajar yang merekam juga tidak masuk,’’ tuturnya.

Sumarli mengatakan, empat oknum pelajar yang membuat nama lembaganya tercoreng itu akan diberi pembinaan. Pihak sekolah akan memanggil wali murid mereka. Nan, Wan, Yar, dan Pri, juga akan mendapat sanksi lain. Keempatnya diberi absen tambahan saat masuk plus pulang sekolah.

‘’Diberi peringatan dan kami minta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi. Kalau memang masih bandel, ya terpaksa dikembalikan kepada wali murid atau orang tuanya,’’ tegas Sumarli.

Sekadar diketahui, video tersebut sudah menyebar luas di berbagai medsos. Di sebuah akun Instagram, sampai berita ini ditulis, posting-an itu sudah dilihat lebih dari 1,8 juta netizen. Sementara, komentar yang muncul tembus sekitar 13 ribu. Mayoritas menyayangkan perilaku ketiga pelajar itu. ‘’Kami juga akan memberikan penjelasan kepada siswa yang lain supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,’’ pungkas Sumarli. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here