Video Mesum Pelajar Mejayan Viral di Media Sosial

2142

MEJAYAN – Warga internet (warganet) dihebohkan dengan video mesum sepasang muda mudi yang disebut-sebut berinisial Ron, 17, dan Put, 17. Kemarin (24/1) adegan hubungan badan tanpa busana dua remaja asal Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, itu viral di WhatsApp.

Padahal, rekaman adegan hohohihe berdurasi 6 menit 51 detik di dalam kamar itu kali pertama beredar awal 2018 lalu. ‘’Sudah lama sekali, tapi ramainya di medsos (media sosial, Red) baru hari ini (kemarin),’’ kata Kepala Desa (Kades) Blabakan Agus Prasetya.

Agus mengaku ikut membantu mendamaikan dua anggota keluarga Ron dan Put pascavideo panas kedua pelajar SMA di Mejayan itu beredar luas. Kala itu, keduanya sama-sama duduk di bangku kelas XI. Put yang merupakan warga desanya, kata dia, kini mondok di salah satu pesantren di Ponorogo. Sedangkan keberadaan Ron tidak diketahui karena beda desa. ‘’Jadi, sebetulnya masalah ini sudah selesai. Saya ikut menyesalkan kalau akhirnya jadi ramai kembali,’’ ucapnya.

Agus mengungkapkan, Put dan Ron berpacaran sejak SMP. Hampir setiap akhir pekan Ron selalu mendatangi rumah sang kekasih. Orang tua masing-masing pun sudah mengetahui hubungan tersebut. Belakangan keduanya bertengkar terkait masalah asmara.

Diduga perselisihan itu membuat Ron memutuskan mengunggah video intimnya dengan Put di grup WhatsApp-nya. ‘’Kemudian video yang menyebar itu diketahui sekolah, orang tua, dan kepolisian,’’ ujar Agus kepada Radar Mejayan.

Dia menjelaskan, problem pascavideo itu tersebar cukup pelik. Meski orang tua Put dan Ron tidak ingin melanjutkan ke kasus hukum setelah dimediasi oleh instansi terkait, Put kecewa karena video telanjur tersebar luas.

Mediasi dengan pertimbangan menjaga nama baik keluarga pun gagal. Put bersikukuh melaporkan Ron ke Polres Madiun atas tuduhan penyebaran video yang melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elekronik (ITE). Akan tetapi, R didiversi lantaran masih di bawah umur. ‘’Informasinya, dulu itu keduanya akan dinikahkan kalau sudah cukup usia,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Madiun-Ngawi Supardi membenarkan kabar beredarnya video syur dengan ‘’aktor-aktris’’ sepasang pelajar itu. Namun, dia menggarisbawahi bahwa Put sudah tidak lagi menjadi tanggung jawab lembaganya.

Sesuai informasi kepala sekolah, kata dia, yang bersangkutan pindah ke salah satu pondok pesantren di Ponorogo per 10 Desember 2018 lalu. Mutasi itu atas inisiatif sendiri. Pun, lima hari berselang Ron mengundurkan diri. ‘’Video diambil saat keduanya masih SMP,’’ ujarnya.

Supardi mengaku tidak bisa mengintervensi perkara itu atau memberikan pembinaan. Sebab, keduanya sudah tidak lagi terdaftar dalam data pokok pendidikan (dapodik). Dia menyerahkan sepenuhnya kelanjutan atas ramainya kabar video mesum itu ke pihak berwajib seandainya dirasa ada pelanggaran hukum. ‘’Kami berharap semuanya bisa bijak memanfaatkan teknologi,’’ ucapnya. (cor/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here