Pacitan

Verifikasi Ulang Penerima Kartu Tani

Temukan Ketidakcocokan Data dengan E-RDKK

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Program kartu tani belum berjalan maksimal di Pacitan. Hal itu dipicu permasalahan yang ditemukan oleh dinas pertanian selama program tersebut berjalan sejak 2017–2019. ‘’Saat kami evaluasi ternyata ada ketidakcocokan dengan e-RDKK. Sehingga, perlu ada perbaikan,’’ kata Kepala Dinas Pertanian Pacitan Bambang Supriyoko Kamis (3/9).

Selain itu, terdapat ketidaksesuaian dengan data kependudukan. Pun, beberapa petani mengaku kartu tani mereka telah hilang. Berdasarkan persoalan tersebut, pihaknya memutuskan untuk dilakukan verifikasi dan validasi ulang. ‘’Sejak 2017–2019 terdapat 82 kartu tani yang sudah didistribusikan,’’ ungkap mantan kepala dinas kehutanan dan perkebunan tersebut.

Saat ini ada 106.159 anggota kelompok tani yang sudah didata. Dari jumlah tersebut, 10 ribu di antaranya bakal menerima kartu tani setelah melewati proses verifikasi. Kartu tani berfungsi sebagai alat penebusan dan pembayaran pupuk bersubsidi di agen pupuk atau agen bank.

Dengan begitu, distribusi pupuk lebih terkontrol karena tercatat di sistem sehingga mudah dipantau. ‘’Setidaknya harus ada regulasi. Kalau memang (penggunaan) kartu tani belum siap, nanti bisa dilayani secara manual asalkan masuk di e-RDKK,’’ terang Bambang.

Adapun alokasi pupuk bersubsidi pada tahun ini berjumlah 41.215 ton. Meliputi urea 16.064 ton, SP36 (2.290), ZA (2.638), NPK (13.079), dan pupuk organik 7.144 ton. ‘’Saat ini masih tersisa 28.734 ton,’’ ungkapnya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close