Verifikasi Data Pemilih Pilkades, DPT Pemilu Jadi Acuan Disdukcapil

50

MAGETAN – Persiapan menghadapi pelaksanaan pilkades serentak 2019 terus dimatangkan oleh Pemkab Magetan. Salah satu yang menjadi fokus pembahasan selain masalah soal pengadaan alat e-voting adalah mengenai data pemilih.

Besar kemungkinan data pemilih pilkades yang dipakai mengacu pada daftar pemilih tetap (DPT) pemilu lalu. Hanya, belakangan data itu dianggap belum fleksibel. Sehingga, harus dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) ulang. Karena data pemilih pilkades serentak tahun ini mengacu pada sistem data administrasi kependudukan (adminduk). ‘’Kami akan siapkan datanya. Akan kami sandingkan dengan data pemilu,’’ terang Kepala Disdukcapil Magetan Hermawan Kamis  (16/5).

Meski begitu, pihaknya berkeyakinan perekaman data pemilih pilkades itu tak sekompleks data pemilih pemilu. Sebab, cakupannya sempit. Tidak sampai seluruh Magetan. Namun, hanya di 184 desa. ‘’DPT pemilu 2019 tidak ada masalah, itu yang akan kami jadikan acuan,’’ jelasnya.

Hermawan tak menampik pada saat proses verifikasi data pemilih pilkades tentu bakal terjadi perubahan dibanding DPT pemilu. Faktor itu dipengaruhi oleh penduduk pindah datang atau pergi, meninggal dunia, dan pemilih tambahan yang berusia 17 tahun. Kendati begitu, pihaknya menyebut perubahan yang terjadi tidak banyak. Sebab, pertumbuhan penduduk di Magetan hanya sekitar 0,1 persen. ‘’Antara warga yang meninggal dunia dan yang baru berusia 17 tahun itu hampir seimbang, jadi perubahan data sangat kecil,’’ ungkapnya.

Ditanya soal tahapan verifikasi data pemilih pilkades? Hermawan menyatakan jika prosesnya mudah. Sebab, dokumen penduduk berupa e-KTP yang dimiliki warga dilengkapi dengan chip. Sehingga hanya perlu menggunakan card reader. Jika sidik jari dengan data pada e-KTP sesuai, tentu hasilnya terverifikasi.

Sementara, dengan penduduk yang masih belum memiliki fisik e-KTP, kata dia, bisa menggunakan surat keterangan (suket) pengganti e-KTP yang dilengkapi dengan barcode. ‘’Aturan dasarnya hanya menggunakan e-KTP ini. E-voting pilkades sangat simpel,’’ kata Hermawan.

Pihaknya juga memastikan penyandang disabilitas tidak akan kehilangan hak pilihnya. Mereka cukup melakukan perekaman biometrik pada iris mata. Dan, hasilnya dipakai sebagai verifikasi data. Begitu juga saat pelaksanaan e-voting. ‘’Tetap kami fasilitasi. Supaya hak pilih mereka tidak melayang,’’ ujarnya.

Hermawan menerangkan bahwa saat ini pihaknya sedang memilah data penduduk di desa yang bakal menggelar pilkades. Selain itu, juga memasang jaringan data kependudukan yang dapat diakses oleh pemerintah desa (pemdes). Untuk sementara baru pemdes di Barat dan Ngariboyo yang sudah terpasang. ‘’Perubahan jumlah penduduk itu akan sangat terlihat. Sekian yang datang, sekian yang pergi, meninggal, dan lahir,’’ terangnya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here