Vakum Lama, Lokal Hero Ditinggal Penggemarnya

47

MENGAPA pahlawan super luar negeri jauh lebih populer? Intensitas produksi komik dan film ditengarai menjadi penyebabnya. Itu yang dilakukan Marvel dan DC Comics dengan mengeluarkan banyak seri. ‘’Mereka menyadari kalau pembaca dan penontonnya penasaran,’’ kata Aput Aris Setyawan, kolektor action figure asal Magetan.

Aput memandang film superhero luar negeri punya alur cerita yang saling berkelanjutan. Meski dalam bentuk seri yang berbeda. Sehingga selalu dinanti penggemarnya. Rentang waktu yang tidak terpaut lama bakal memengaruhi popularitas karakter superhero. Sebab vakum terlalu lama menjadi kesempatan mengangkat superhero lain dalam film berbeda. ‘’Kita ini dicekoki tokoh yang tidak asing di negeri sendiri. Proses itu terus menerus,’’ paparnya.

Beda dengan tokoh pahlawan dalam komik Indonesia yang justru semakin tenggelam. Hingga kini, adaptasi dalam film terbilang minim. Jadi, jangan  heran bila Gen-Z asing dengan nama seperti Gundala, Godam, dan Panji Tengkorak. ‘’Sebenarnya hero-hero ini legendaris. Tapi, bagaimana anak sekarang bisa kenal kalau film tidak diproduksi?’’ ucapnya.

Aput menilai animo masyarakat tidak akan rendah seandainya produksi film digenjot. Dikemas dengan tampilan apik. Mengulang kesuksesan karakter seperti Saras 008, Panji Manusia Millenium, di periode 2000-an. Sayangnya, tokoh-tokoh itu tidak bisa bertahan lama. Penyebabnya bisa jadi tanpa adanya dukungan action figure. Dia belum pernah menjumpai perusahaan Indonesia yang memproduksi miniatur tokoh pahlawan super lokal. ‘’Mainan tiruan membantu mengenalkan superhero lokal ke anak-anak sekarang,’’ katanya.

Dia berharap tokoh superhero lokal yang legendaris bisa kembali populer. Diangkat dalam film dan didukung action figure. Sektor ekonomi dari berbagai pangsa bakal muncul dan tumbuh lewat proses kreatif tersebut. ‘’Jika di-branding dengan apik lewat komiik, film, hingga miniaturnya,’’ tuturnya. (mg7/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here