Utang Miliaran, Bangun Tiga Sudetan

720
WATER BALANCE: PT Jasamarga Ngawi Kertosono (JNK) menarget pembangunan tiga sudetan kelar bulan depan.

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Penanggulangan banjir jalan tol Ngawi–Kertosono masuk Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, berbiaya mahal.  PT Jasamarga Ngawi Kertosono (JNK) sampai harus utang bank Rp 5 miliar untuk membuat water balance. Sudetan melintang di Km 603+600 hingga 604+000 yang menjadi wilayah genangan air, Maret lalu. ‘’Anggaran itu cukup wajar melihat tingkat kerumitan,’’ kata Direktur Utama PT JNK Iwan Moedyarno Kamis (12/9).

Iwan menjelaskan, dana miliaran itu untuk membuat tiga sudetan di bawah badan jalan tol. Masing-masing berdiameter satu setengah meter dengan panjang sekitar 20 meter. Gorong-gorong itu membentang dari sisi selatan jalan tol menembus sisi utara. Tersambung dengan drainase terbuka yang alirannya menuju Kali Glonggong di sebelah barat tol. Jaraknya sekitar 300 meter. ‘’Tiga sudetan di satu titik pada lokasi yang terendah,’’ ujarnya.

PT JNK utang bank untuk mencukupi biaya pengadaan material, tiang pancang, dan operasional lainnya. Perinciaan kebutuhan tersebut telah dikalkulasi oleh tim konsultan. Terlepas urusan teknis, pengerjaan water balance tidak bisa disamakan pembangunan infrastruktur pada umumnya. Tingkat kesulitan cukup tinggi. ‘’Pinjam bank karena proyek ini dadakan dan bisa dibilang sebagai investasi. Nilainya tidak seberapa dibandingkan membangun tol secara keseluruhan,’’ paparnya.

Iwan menyebut, pembangunan water balance lewat pengeboran bagian bawah tol adalah pilihan paling tepat. Mengesampingkan opsi membongkar konstruksi dari atas karena terlalu berisiko. Selain arus lalu lintas kendaraan terganggu, pihaknya juga repot mengatur rekayasanya. ‘’Sehingga pengerjaannya harus berhati-hati agar jalan tidak ambles,’’ tuturnya seraya menyebut rekanan pemenang hasil lelang terbuka.

Proyek water balance mulai dikerjakan pertengahan bulan lalu. Hingga pekan ini progresnya sekitar 20 persen. Rekanan sedang menyelesaikan landasan. Peranti itu untuk mendorong masuk pipa beton pada masing-masing sudetan. ‘’Landasan ini harus kuat untuk menahan tekanan banyak kendaraan yang melintas,’’ bebernya.

Iwan menarget pembangunan water balance rampung bulan depan. Menyesuaikan tempo usia pipa beton bisa matang. Yakni, sekitar 14–28 hari. Juga momen dirasa tepat sebelum datangnya musim penghujan. ‘’Kebetulan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai, Red) Bengawan Solo juga sedang memperbaiki Tanggul Glonggong yang jebol akibat bajir,’’ ujarnya. (cor/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here