UT Surabaya Gelar EKBM

116
SELAMAT DATANG: Para civitas academica Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Surabaya bersama Wabup Soedjarno (tengah) dan Teguh Prakoso (direktur UT Surabaya) yang berdiri lima dari kanan.

PONOROGO – Orientasi studi mahasiswa baru (OSMB) digelar oleh Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka Surabaya (UT) pada Minggu lalu (10/3). Kegiatan itu sebagai satu rangkaian dari edukasi keterampilan belajar mahasiswa (EKBM).

Total ada sekitar 227 mahasiswa yang mengikuti kegiatan OSBM. Mereka berasal dari program pendidikan dasar (pendas) dan nonpendas masa registrasi 2018-2019. Di mana umumnya mahasiswa itu berdomisili asal Karesidenan Madiun.

SIMBOLIS: Wabup Ponorogo Soedjarno secara simbolis menyematkan jas almamater kepada mahasiswa baru dalam acara OSMB UT Surabaya.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan di gedung Korpri Ponorogo itu, mahasiswa dibekali berbagai materi. Meliputi materi UT dan pendidikan jarak jauh, belajar cerdas, belajar mandiri dan SBJJ-UT, bantuan belajar, dan layanan bahan ajar. Juga sistem dan prosedur registrasi serta ujian. Pun kegiatan kemahasiswaan, layanan online, serta pembinaan kesadaran bela negara.

Direktur UT Surabaya Teguh Prakoso mengatakan, OSMB bertujuan mengubah kebiasaan cara belajar. Menekankan pada belajar mandiri dengan inisiatif dan kemauan sendiri. Tentu dengan kesadaran menganggap belajar sebagai kebutuhan. ‘’Sebelum masuk UT biasanya aktivitas belajar itu menunggu disuruh. Tapi di sini tidak, mahasiswa yang berperan untuk mau belajar,’’ kata Teguh.

Dia menjelaskan, sebagai PTN dengan sistem terbuka dan jarak jauh, UT memiliki berbagai keunggulan. Yaitu tidak ada batasan usia, pun tahun ijazah dan jangka waktu penyelesaian mudah diakses. Serta tidak terkendala ruang dan waktu, pembelajaran dapat dilakukan kapan pun, di mana pun, serta dengan siapa pun. Termasuk dari segi pembiayaan yang relatif murah. ‘’Pelaksanaan kuliah juga fleksibel, yaitu bebas memilih skema layanan pendidikan dan kegiatan belajar, bisa diikuti sambil mengikuti kuliah di tempat lain,’’ lanjut Teguh.

Wabup Ponorogo Soedjarno yang hadir dalam acara itu mengapresiasi langkah UT. Menurutnya, semangat kemandirian dalam belajar merupakan tantangan tersendiri. Apalagi di zaman yang serba berbasis teknologi ini. ‘’Tentu dibutuhkan tekad dan niat yang kuat agar tidak mengendurkan semangat mahasiswa. Menyelesaikan studi tepat waktu dan berprestasi sebagaimana mahasiswa di perguruan tinggi lain,’’ ucapnya. (son/mg7/c1/her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here