Pacitan

Usulan Perubahan Tarif Retribusi Objek Wisata Pacitan Naik hingga 100 Persen

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Niatan Pemkab Pacitan menaikkan tarif retribusi sembilan objek wisata tahun depan tak terbendung. Draf perubahan ketiga Perda 21/2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga telah disodorkan ke bagian hukum setdakab. Proposal itu sekaligus memasukkan usulan kenaikan tarif. ‘’Rencana ini sudah digodok empat bulan dan dipaparkan ke bupati,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan Andi Faliandra Selasa (3/12).

Perda 21/2010 sempat direvisi menjadi Perda 1/2017. Tarif retribusi lama di sembilan objek wisata yang dikelola pemkab di rentang Rp 5.000 hingga Rp 15 ribu. Kecuali Gua Tabuhan yang tetap, disparpora mengusulkan kenaikan tarif hingga 100 persen. Seperti Pantai Pancer Door dari Rp 5.000 jadi Rp 10 ribu dan Rp 15 ribu jadi Rp 20 ribu di Gua Gong. ‘’Besaran kenaikan tidak signifikan,’’ klaimnya.

Andi membeber latar belakang menaikkan tarif. Salah satunya revisi perda bisa dilakukan tiga tahun sekali. Apabila dipandang tidak relevan dengan kondisi saat ini. Tren tingkat kunjungan wisatawan diklaim naik. Hingga membuat pemkab membulatkan tekat menaikkan tarif retribusi. Pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata tahun depan ditarget naik. ‘’Dari tahun ini Rp 12,2 miliar, naik Rp 16,5 miliar pada 2020,’’ ujarnya.

Akan tetapi, target PAD yang terkerek bukan faktor krusial mengusulkan kenaikan tarif. Paling dominan menjaga kelestarian lokasi wisata. Contohnya, Gua Gong sebagai penyumbang kunjungan wisatawan tertinggi. ‘’Supaya ada keberlanjutan dan bisa dinikmati dari generasi ke generasi,’’ ucap Andi.

Menurut dia, tarif lebih mahal membuat pelancong selektif untuk berkunjung ke sebuah objek wisata. Hingga mengurungkan niatnya untuk datang. Jumlah wisatawan diprediksi turun. Namun, secara hitungan pendapatan tidak terlalu berdampak karena tarif naik. ‘’Kami tidak melarang berkunjung, tapi lebih memberi jeda karena kelestarian bisa terjaga,’’ tuturnya seraya menyebut peningkatan retribusi pantai diikuti dengan perbaikan dan penambahan sarana dan prasarana (sarpras).  (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close