Usulan Perubahan Nama Stasiun Paron Direspons Positif

86

NGAWI – Keinginan pemkab mengganti nama Stasiun Paron menjadi Stasiun Ngawi selangkah lagi menjadi kenyataan. Itu seiring respons positif yang diberikan Kementerian Perhubungan atas usulan pemkab. ‘’Info terbaru memang belum update, tapi kemungkinan besar disetujui,’’ kata Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono kemarin (29/3).

Menurut Ony, pembangunan double track yang dikembangkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi peluang bagi salah satu stasiun di Ngawi untuk dinaikkan kelasnya. ‘’Ibaratnya gayung bersambut antara keinginan pemkab dan program PT KAI,’’ ungkapnya.

Informasinya, dari empat stasiun untuk di Ngawi yakni Geneng, Paron, Kedunggalar, dan Widodaren, satu sudah disetujui untuk dinaikkan kelasnya. Yakni, Stasiun Paron. ‘’Pak Bupati (Budi Sulistyono, Red) ingin namanya juga diubah supaya orang lebih mudah untuk niteni. Soal nama baru kemungkinan juga disetujui pihak kementerian,’’ imbuh Ony.

Ony memperkirakan, kenaikan kelas Stasiun Paron maupun perubahan namanya direalisasikan setelah pembangunan jalur ganda selesai. Pun, jika benar terwujud diyakini menguntungkan pemkab dari sisi ekonomi maupun pariwisata. ‘’Memang itu yang diharapkan,’’ ucapnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pembangunan (Bappelitbang) Ngawi Indah Kusuma Wardhani membenarkan bahwa usulan tersebut mendapat respons positif kementerian. Hanya, dia mengaku belum tahu kapan terealisasi. ‘’Kita tunggu saja realisasinya,’’ ujarnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here