Usulan Peralihan Aset Jalan Kabupaten Jadi Jalan Provinsi Dijawab Tahun Depan

77
PERLU DISURVEI: Jalan ruas Desa Bagi–Kartoharjo, satu dari tiga ruas yang diusulkan Pemkab Madiun menjadi jalan provinsi awal tahun ini.

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun harus bersabar. Sebab, rencana melepas aset tiga ruas jalan ke pemprov awal tahun lalu akan dijawab tahun depan. Pemprov perlu mempertimbangkan sejumlah aspek. Sebelum memastikan mengambil pengelolaan ruas sepanjang kurang dari 20 kilometer itu. ‘’Pemprov masih akan melakukan survei,’’ kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Heru Sulaksono Rabu (7/8).

Ruas jalan pertama yang diusulkan adalah Desa Bagi–Kartoharjo, Magetan. Pangkalnya di barat perempatan tol Madiun hingga Jalan Raya Maospati. Kemudian, Jalan Patimura, Mejayan–Kaligunting via Bajulan, Saradan. Terakhir, jalan Balerejo–Muneng, Pilangkenceng. ‘’Secara umum pemprov welcome  dengan usulan peralihan jalan kabupaten jadi jalan provinsi,’’ ujarnya.

Heru menyebut, survei yang melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim dan DPU Bina Marga Jatim cukup kompleks. Di antaranya lalu lintas harian rata-rata (LHR) hingga kondisi ruas jalan. Peninjauan untuk memastikan aset yang bakal dilimpahkan dan dikelola dalam kondisi baik dan layak. ‘’Kami yakin pemprov mau menyetujui, kecuali ruas Bagi–Kartoharjo,’’ tuturnya.

Dia menjelaskan, kondisi ruas Bagi–Kartoharjo kurang layak untuk dilintasi kendaraan. Upaya perbaikan tidak bisa serta merta dilakukan. Sebab, aset ruas jalan itu juga dikuasai Magetan dan Ngawi. Selain butuh kucuran dana besar, juga komitmen perbaikan kendati titik rusak di daerah pinggiran. Sedangkan dua ruas lainnya tidak ada masalah. Kondisi infrastrukturnya cukup memadai, terutama ruas Mejayan–Kaligunting atau ring road III. ‘’Kalau disetujui dua tidak masalah,’’ imbuh Heru.

Dia menegaskan peralihan pengelolaan bukan karena tidak sanggup melakukan pemeliharaan jalan. Melainkan memperlancar dan memaksimalkan fungsi jalan. Sebab, telah terkonsep saling menyambung antara sejumlah titik ruas provinsi dalam beberapa wilayah. ‘’Harapannya bisa menjadi jalan alternatif kendaraan besar muatan barang,’’ ujar Heru seraya menyebut belum ada satu pun jalan provinsi di kabupaten ini.

Seandainya disetujui, lanjut dia, otomatis kewajiban penanganan dan pemeliharaan ditanggung pemprov. Dengan sokongan anggaran dana lebih kuat, diharapkan ada peningkatan kualitas jalan. ‘’Jalan Balerejo–Muneng itu sudah berulang kali diperbaiki. Tapi,  akan beda ketika di-handle provinsi,’’ harapnya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here