Usul Perbaikan Jembatan Dam Desa Kerik Sulit Terealisasi

61
SEMPIT: Jembatan dam Kerik hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Sementara, warga mengusulkan agar jembatan itu dilebarkan.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pengajuan perbaikan jembatan dam Kerik di Desa Kerik, Takeran, oleh warga setempat sulit terealisasi. Pasalnya, jembatan itu merupakan wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. ‘’Karena bukan merupakan aset pemerintah desa (pemdes). Kalaupun dibangun oleh BBWS Bengawan Solo, perlu dirombak total,’’ kata Kepala Desa Kerik Anik Sakila Rabu (21/8).

Dia mengungkapkan, warga mengusulkan agar badan jembatan itu dilebarkan. Paling tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Bahkan, jika memungkinkan, infrastruktur tersebut direnovasi. ‘’Tapi, tentu butuh kajian. Karena desain awalnya hanya berupa jembatan inspeksi,’’ ujarnya.

Menurut Anik, jembatan itu memang menjadi jalur alternatif warga setempat untuk menghubungkan ke Desa Pingkuk dan Tegalarum, Bendo. Belum termasuk sebagai akses utama transportasi. ‘’Yang lewat hanya beberapa (kendaraan),’’ terangnya.

Sebelum jembatan itu ada, lebih dulu terdapat jembatan permanen yang menjadi akses transportasi warga. Namun, jembatan tersebut kemudian putus disapu banjir. Sebelum akhirnya oleh BBWS Bengawan Solo dibangunkan jembatan semipermanen. (fat/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here