Usul Buka Ruang Opini di Radar Madiun Online

186

MADIUN – Peran media semakin penting seiring meningkatnya pengguna internet di Indonesia. Peluang itu ternyata dilirik oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) supaya bisa menjadi media daring.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pembina DPD PSI Kota Madiun Andro Rohmana saat bertemu Jawa Pos Radar Madiun dalam sebuah silaturahmi politik di kantor DPD PSI Madiun kemarin (9/1).

Dalam pertemuan tersebut, Andro mendorong pihak manajemen Radar Madiun yang sudah beradaptasi menjadi media online untuk memberikan ruang bagi politikus menyampaikan opini mereka. Terlebih peran politikus tidak bisa dikesampingkan dalam hal urusan pemerintahan. ’’Karena kebijakan pemerintah itu, tanpa kecuali di Kota Madiun juga berangkatnya dari (kepentingan) politik,’’ katanya.

Dengan adanya ruang opini yang diberikan pihak manajemen Radar Madiun Digital, lanjut Andro, tentu bisa memengaruhi publik. Serta memberikan pandangan berbeda dari sebuah persoalan tertentu. ‘’Juga bisa menjadi edukasi politik,’’ imbuh owner The Cemiland tersebut.

Di luar itu, pihaknya tak menampik bahwa PSI merupakan partai baru yang elektabilitasnya masih belum tinggi. Berkaca dari hal tersebut, Andro sengaja mengajak pengurus DPD PSI untuk berkreasi. Serta tidak mengikuti arus politik yang sekarang cenderung sudah berkembang liar. ‘’Kebanyakan parpol saat ini masih mengikuti gelombang. Tapi, kami coba untuk membuat gelombang sendiri. Makanya, ada lelucon yang sempat menyinggung kami sebagai partai sensasi Indonesia,’’ celetuk Andro yang kemudian diikuti tawa para kader PSI lain.

Dalam kegiatan safari politik itu, pihak Jawa Pos Radar Madiun diwakili Pemimpin Redaksi Ockta Prana, Manajer Bisnis Doni Kristiandi, dan Manajer HRD Dewanti Septianingrum. Sedangkan, di kubu PSI ada Dian Tri Susilo (ketua DPD PSI Kota Madiun), Andik Kurniawan (sekretaris), dan kader partai berlambang bunga mawar merah tersebut. ’’Saya harap pertemuan ini selanjutnya ada tindak lanjut. Kami juga akan menampung usulan dari pihak PSI terkait kolom opini sebagai bentuk edukasi politik bagi masyarakat,’’ kata Ockta. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here