USBN SMA/SMK Banyak Kendala

145

PONOROGO – Hari pertama penyelenggaraan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) diwarnai banyak catatan. Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo mendata berbagai kendala yang dihadapi SMA/SMK baik swasta maupun negeri. Masalah teknis banyak dialami sekolah, Senin lalu (4/3). ‘’Di Bungkal, proses upload jawaban USBN sempat terkendala. Dari seharusnya selesai pukul 15.00 menjadi 16.00,’’ kata Kasi SMA Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Zamroni kemarin (5/3).

Selain di Bungkal, kendala teknis juga dihadapi sekolah di Jetis dan Kauman. SMAN 1 Jetis misalnya. Soal ujian mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia tidak bisa diunduh peserta. Di samping, terdapat double account nama peserta. Double account juga didapati di SMAN 1 Kauman. Selain kedua sekolah, SMA IT Darut Taqwa juga mengalami kendala server ngadat di sesi pertama. ‘’Kecepatan koneksi tergantung server di sekolah,’’ ujarnya.

Menurut Zamroni, USBN kali ini rupanya diselenggarakan lebih mandiri dari tahun-tahun sebelumnya. Server ujian juga disediakan mandiri oleh sekolah. Karena itu, tingkat kelancarannya pun berbeda-beda. Ada yang cepat, ada pula yang lambat. Semua tergantung kapasitas server di tiap sekolah. ‘’Rata-rata jaringannya (kendala USBN yang dialami sekolah, Red). Tergantung sekolah,’’ beber Zamroni.

Zamroni juga mendapati sejumlah siswa tidak dapat mengikuti USBN karena sakit. Data yang dikantonginya, beberapa siswa tidak mengikuti USBN di Sambit, Jetis, hingga Babadan dan Sampung. Selain karena menjadi korban laka lantas, sebagian siswa tidak masuk lantaran menderita demam berdarah dengue (DBD). Mereka, kata Zamroni, terpaksa mengikuti USBN susulan, akhir bulan ini. ‘’Sebagian yang sakit tapi masih bisa mengikuti ujian, ada yang dijemput di rumah sakit lalu diantar ke sekolah. Setelah itu diantar kembali ke rumah sakit,’’ sebut Zamroni.

Radar Ponorogo kemarin sempat meninjau pelaksanaan USBN hari kedua di SMAN 2 Ponorogo. Di sana, sebagian siswa rupanya mengerjakan ujian menggunakan laptop pribadi. Pasalnya, sarpras komputer yang dimiliki sekolah tak cukup mengakomodasi seluruh siswa di kelas XII. Kepala SMAN 2 Ponorogo Lilik Hermiwi mengungkapkan, ada 326 siswa di kelas XII yang mengikuti USBN. ‘’Sementara, komputernya 124 unit. Sisanya disepakati membawa laptop pribadi,’’ ujarnya sembari menyebut pihak operator telah mengecek spesifikasi laptop seluruh siswa agar USBN lancar. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here