USBN Berbasis Smartphone Tak Mulus

79

PACITAN – Pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) berbasis smartphone belum maksimal. Di SMAN 1 Pacitan misalnya, masih ada peserta yang gagal login. ‘’Ada juga yang bisa login dan mengerjakan beberapa soal, tapi mendadak shutdown. Minta token lagi, setelah dikasih ternyata belum bisa,’’ kata Kepala SMAN 1 Pacitan Giyono kemarin (4/3).

Kondisi tersebut menimpa puluhan siswa. Sehingga, yang selalu gagal dialihkan menggunakan komputer cadangan. Menurut dia, nyaris seluruh komputer cadangan digunakan. Peserta jurusan IPA dan IPS masing-masing 10 unit. ‘’Sempat panik, ada anak yang hampir menangis takut waktunya hilang akibat tidak bisa login,’’ ujarnya.

Pasalnya, login ulang butuh kurang lebih 15 menit. Smartphone yang digunakan dibawa wira-wiri dari kelas dan ruang server demi mendapat sambungan internet terbaik. Ternyata tidak membantu. Kepanikan mereda setelah peserta mengetahui waktunya mengerjakan soal tidak terpotong. ‘’Setelah masuk ruang komputer cadangan dan login lagi sudah tidak masalah. Waktu tidak terpotong saat off, ’’ terangnya.

Giyono menduga putus-sambungnya jaringan internet dan gagal login tersebut akibat spek smartphone yang rendah. Kurang kompatibel untuk USBN. Untuk antisipasi, hari berikutnya bakal menambah komputer cadangan 10 unit lainnya. ‘’Nanti komputer di perpustakaan,  ruang TU, dan untuk kegiatan ekstra akan kami tarik dan sinkronkan sebagai komputer cadangan,’’ ungkapnya.

Giyono optimistis USBN berbasis smartphone bisa dilaksanakan meski sempat terkendala. Menurut dia, USBN berbasis komputer dan smartphone (USBN BKS) lebih kredibel dan efektif. Satu pelajaran cukup satu sesi. Sebelum pelaksanaan USBN BKS, ujian digelar hingga tengah malam lantaran tiga sesi.  ‘’Lebih baik kerja keras menyiapkan perangkatnya daripada mengorbankan waktu belajar peserta didik,’’ jelasnya.

USBN berbasis smartphone ini untuk mendukung kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Kebijakan tersebut dinilai positif meski saat tryout sempat mengalami kendala. Yang berhasil ikut ujian hanya 75 persen. ‘’Beberapa siswa tidak bisa ikut 100 persen karena beberapa mata pelajaran tidak bisa login. Kesalahan ada di penyelenggara provinsi,’’ ungkapnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here